COST MINIMIZATION ANALYSIS (CMA) TERAPI INHALASI BUDESONIDE-FORMOTEROL VS FLUTIKASON-SALMETEROL PADA PASIEN ASMA DI RSUD SULTAN SURIANSYAH

Authors

  • Melviani Melviani Sari Mulia University
  • Maulida Putri Andini Jurusan Sarjana Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v6i3.1663

Keywords:

Asthma, CMA, Pharmacoeconomics, Seretide, Symbicort

Abstract

Terapi inhalasi kombinasi ICS-LABA menjadi rekomendasi utama dalam penatalaksanaan asma berdasarkan pedoman terbaru tahun 2019 yang di terbitkan oleh Global Intiative for Asthma (GINA). Symbicort (budesonide-formoterol) dan Seretide (flutikason-salmeterol) adalah kombinasi ICS-LABA dalam satu inhaler yang banyak digunakan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terapi yang paling cost-minimize berdasarkan metode cost minimization analysis (CMA) di antara kedua terapi inhalasi yang terbukti memiliki kesetaraan klinis. Penelitian ini ditinjau dari prespektif rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan. Pengambilan data sekunder dilakukan secara retrospektif terhadap data rekam medis & catatan biaya pengobatan pasien asma, pada periode waktu Januari-Desember 2022 di Instalasi Rawat Jalan RSUD Sultan Suriansyah  Kota Banjarmasin dan diperoleh sebanyak 70 sampel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Analisis data dilakukan berdasarkan pendekatan farmakoekonomi dan uji statistik komparasi dengan metode Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan biaya medis langsung kelompok Seretide (Rp 220.403) lebih rendah daripada kelompok Symbicort (Rp 237.677). Hasil uji statistik komparasi Mann-whitney U test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan biaya medis langsung yang bermakna antara kedua terapi inhalasi (p value 0,021 < 0,05). Disimpulkan bahwa terapi inhalasi ICS-LABA menggunakan Seretide adalah terapi yang paling cost-minimize.

References

Nunes C, Pereira AM, Morais-Almeida M. Asthma costs and social impact. Asthma Res Pract [Internet]. 2017;3(1):1–11. Available from: http://dx.doi.org/10.1186/s40733-016-0029-3

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf [Internet]. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. p. 674. Available from: http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf

Papi A, Blasi F, Canonica GW, Morandi L, Richeldi L, Rossi A. Treatment strategies for asthma: Reshaping the concept of asthma management. Allergy, Asthma Clin Immunol [Internet]. 2020;16(1):1–11. Available from: https://doi.org/10.1186/s13223-020-00472-8

Jennifer Y, Albert M, Kartik S. Asthma: Diagnosis and Treatment. Eur Med J. 2018;3(4):111–21.

Khoriyah S, Lestari K. Review Artikel: Kajian Farmakoekonomi yang Mendasari Pemilihan Pengobatan di Indonesia. Farmaka. 2018;16(3):134–45.

Aalbers R, Backer V, Kava TTK, Omenaas ER, Sandström T, Jorup C, et al. Adjustable maintenance dosing with budesonide/formoterol compared with fixed-dose salmeterol/fluticasone in moderate to severe asthma. Curr Med Res Opin. 2004;20(2):225–40.

Andriyana K, Ismunandar A, Maulana L. Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Dry Powder Inhaler pada Pasien Asma di Klinik Paru RSUM Siti Aminah Bumiayu 2021. Pharm Perad J. 2022;2(2):66–74.

Fuseini H, Newcomb DC. Mechanisms driving gender differences in asthma. Curr Allergy Asthma Rep. 2017;17(3):19.

Pakkasela J, Ilmarinen P, Honkamäki J, Tuomisto LE, Andersén H, Piirilä P, et al. Age-specific incidence of allergic and non-allergic asthma. BMC Pulm Med. 2020;20(1):1–9.

Lindmark B. Review: Differences in the pharmacodynamics of budesonide/formoterol and salmeterol/fluticasone reflect differences in their therapeutic usefulness in asthma. Ther Adv Respir Dis. 2008;2(5):279–99.

Palmqvist M, Persson G, Lazer L, Rosenborg J, Larsson P, Lötvall J. Inhaled dry-powder formoterol and salmeterol in asthmatic patients: Onset of action, duration of effect and potency. Eur Respir J. 1997;10(11):2484–9.

Price DB, Colice G, Israel E, Roche N, Postma DS, Guilbert TW, et al. Add-on LABA in a separate inhaler as asthma step-up therapy versus increased dose of ICS or ICS/LABA combination inhaler. ERJ Open Res [Internet]. 2016;2(2):1–10. Available from: http://dx.doi.org/10.1183/23120541.00106-2015

Barnes PJ. Scientific rationale for using a single inhaler for asthma control. Eur Respir J. 2007;29(3):587–95.

Kuna P. Treatment comparison of budesonideformoterol with salmeterolfluticasone propionate in adults aged ≥16 years with asthma: Post hoc analysis of a randomized, double-blind study. Clin Drug Investig. 2010;30(9):565–79.

Published

2024-02-01

How to Cite

1.
COST MINIMIZATION ANALYSIS (CMA) TERAPI INHALASI BUDESONIDE-FORMOTEROL VS FLUTIKASON-SALMETEROL PADA PASIEN ASMA DI RSUD SULTAN SURIANSYAH. JIFI [Internet]. 2024 Feb. 1 [cited 2024 Jul. 14];6(3):72-80. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/1663