Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Pemanfaataan Teknologi dengan Pemberian Edukasi Hipertensi dalam Meningkatkan Kesadaran dan Pencegahan Masyarakat Di Kelurahan Alalak Utara

Authors

  • Saftia Aryzki Universitas Sari Mulia
  • Rina Saputri Universitas Sari Mulia
  • Hairiana Kusvitasari Universitas Sari Mulia
  • Jelita Annisa Putri Universitas Sari Mulia
  • Nurul Zafirah Universitas Sari Mulia
  • Monica Wikklin Universitas Sari Mulia
  • Jesika Natalia Universitas Sari Mulia
  • Emelia Haryanti Putri Universitas Sari Mulia
  • Belva Handira Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.36387/rgy3ee90

Keywords:

education, hypertension, cadre

Abstract

Hypertension is a disease that is widely suffered by the community. Increasing public awareness of the importance of preventing hypertension is very necessary, especially at the community level. One way to increase awareness and prevention and control of the health of hypertension sufferers is to maximize the role of health cadres such as Posyandu cadres. Posyandu cadres have an important role as health educators in the village. Posyandu cadres must have sufficient knowledge and skills to be able to provide good and correct information according to their abilities. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of posyandu cadres regarding hypertension through educational media in the form of booklets, leaflets, digital-based posyandu health tools and health literacy books so that effective communication skills are created in providing education about hypertension. The method used in this community service is providing health education through counseling, mentoring and training of cadres, training in checking blood pressure, implementing pretests and posttests, and group discussions. The results of this activity are an increase in knowledge from posyandu cadres about hypertension. This can be seen from the results of the pre-test and post-test which showed an increase in knowledge of 8 cadres (80%) with an average pre-test and post-test score of 69 and 79. The increase in public knowledge and awareness of hypertension after receiving health education through technology has proven effective in strengthening the role of cadres in providing health services to the community, especially hypertension.

References

1. Afandi A, dkk. Metodologi Pengabdian Masyarakat. Kementerian Agama RI; 2022. p. 163–70.

2. Amanda S, Rosidin U, Permana RH. Pengaruh pendidikan kesehatan senam diabetes melitus terhadap pengetahuan kader kesehatan. Media Karya Kesehatan. 2020;3(2):162–73.

3. Anshari Z. Komplikasi hipertensi dalam kaitannya dengan pengetahuan pasien terhadap hipertensi dan upaya pencegahannya. Jurnal Penelitian Keperawatan Medik. 2020;2(2):46–51.

4. Ariyani AR. Kejadian hipertensi pada usia 45–65 tahun. Higeia Journal of Public Health Research and Development. 2020;1(3):625–34.

5. Aryzki S, Alfian R. Modifikasi gaya hidup pada masa pandemi COVID-19 bersama aparat desa Tatah Layap. Jurnal Bakti Untuk Negeri. 2021;1(1):38–43.

6. Dungga L. Pengaruh penyuluhan kesehatan tentang bahaya obesitas pada anak usia 11 tahun terhadap sikap anak tentang pencegahan obesitas di SDN Kledokan Depok Sleman Yogyakarta [skripsi]. Yogyakarta: UNRIYO; 2014.

7. Eltrikanawati TET, Nurhafifah BF. Edukasi diabetes mellitus dan pemeriksaan kadar glukosa darah. Sambulu Gana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023;2(2):64–70.

8. Hartaty H, Menga MK. Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2022;1(1):16–21.

9. Hendrawan S, Tamaro A, Angelina C, Firmansyah Y. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit pre-diabetes dan diabetes mellitus tipe II dengan edukasi dan deteksi dini penyakit. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan. 2023;3(2):36–49.

10. Kementerian Kesehatan RI. Pusat Promosi Kesehatan. Ayo ke Posyandu Setiap Bulan. 2012.

11. Hakim AR, Mustaqimah M, Saputri R. Optimizing home pharmacy care using educational media to improve medication compliance for hypertensive patients. In: International Conference on Health and Science. 2021;1(1):860–5.

12. Harahap DA, Aprillia N, Muliati O. Hubungan pengetahuan penderita hipertensi tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kampa tahun 2019. Jurnal Ners. 2019;3(2):97–102.

13. Ikrima I, Yuniarti T, Arini LDD, Saryadi S. Upaya meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan hipertensi melalui edukasi kesehatan. Jurnal ABDIMAS Indonesia. 2023;1(4):183–93.

14. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan. 2019.

15. Muliasari H, Hamdin CD, Ananto AD, Ihsan M. Edukasi dan deteksi dini diabetes mellitus sebagai upaya mengurangi prevalensi dan risiko penyakit degeneratif. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat. 2019;2(1).

16. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2012.

17. Pakasi AM, Korah BH, Imbar HS. Hubungan pengetahuan dan sikap kader kesehatan dengan pelayanan posyandu. JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan). 2016;4(1):15–21.

18. Purqoti DNS, Arifin Z, Istiana D, Ilham I, Fatmawati BR, Rusiana HP. Sosialisasi konsep penyakit diabetes mellitus untuk meningkatkan pengetahuan lansia. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. 2022;3(1):71–8.

19. Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2018.

20. Silalahi LE, Prabawati D, Hastono SP. Efektivitas edukasi self-care terhadap perilaku manajemen diri pada pasien diabetes mellitus. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia. 2021;4(1):15–22.

21. Suciana F, Daryani D, Marwanti M, Arifianto D. Penatalaksanaan lima pilar pengendalian diabetes mellitus terhadap kualitas hidup pasien DM tipe 2. Jurnal Ilmiah Permas. 2019;9(4):311–8.

22. Rissa MM, Riana H, Ikawati N, Pratiwi DM, Ervinda E, Puspitasari I, et al. Edukasi diabetes mellitus dan cara penggunaan obat antidiabetes sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. 2022;6(1):293–7.

23. Az Zahra AR, Saputri R, Handayani L. Peningkatan pengetahuan pada penderita hipertensi dengan edukasi berbasis bahasa Banjar. Jurnal Farmasi SYIFA. 2023;1(1):20–6.

24. Sekunda MS, Bai MK, Woga R. Pemberdayaan kader dalam upaya pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia pascabencana di Desa Gheogoma Kabupaten Ende. Kelimutu Nursing Journal. 2024;3(1):242–51.

25. Vitniawati V, Fuadah NT, Widyawati W, Puspitasari S, Nugraha D. Upaya peningkatan peran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian dampak diabetes mellitus. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat). 2024;8(1):85–90.

26. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI; 2019.

27. World Health Organization (WHO). A Global Brief on Hypertension. Geneva: WHO; 2019.

28. Widyanto FC. Keperawatan Komunitas dengan Pendekatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2014.

29. Wijayanti T, Isnani T, Kesuma AP. Pengaruh penyuluhan menggunakan media presentasi terhadap pengetahuan leptospirosis di Kecamatan Tembalang. Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. 2016;12(1):39–4

Published

2026-01-01

How to Cite

Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Pemanfaataan Teknologi dengan Pemberian Edukasi Hipertensi dalam Meningkatkan Kesadaran dan Pencegahan Masyarakat Di Kelurahan Alalak Utara. (2026). Jurnal Bakti Untuk Negeri, 5(02), 58-71. https://doi.org/10.36387/rgy3ee90