STUDI ETNOMEDISIN DAN SKRINING FITOKIMIA TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI WILAYAH KECAMATAN MARTAPURA BARAT

Authors

  • Rahimah Universitas Borneo Lestari
  • Rahmi Muthia Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Borneo Lestari
  • Abdurrahman Sidiq Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Saintek, Universitas Borneo Lestari

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v6i3.1687

Keywords:

Ethnomedicine, Phytochemical Screening, West Martapura

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat terus berkembang hingga saat ini, khususnya tumbuhan yang ada di Wilayah Kecamatan Martapura Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies tumbuhan obat, mengetahui hasil skrining fitokimia tumbuhan obat dan untuk mengetahui hubungan kesesuaian efek farmakologi dengan studi empiris tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di wilayah tersebut. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap 12 responden, terdapat 10 spesies tanaman obat dengan nama lokal dan nama spesies yaitu pakis (Nephrolepis cardifolia (L) C.Presl), bamban (Donax caneformis), dangkak-dangkak (Hydrolea spinosa), jariangau (Acorus calamus Linn.), karamunting laki (Melastoma malabathricum L.), kumpai serampangan (Eleusine indica), lambai-lambai (Cayratia trifolia L.), lelangsatan (Elephantopus tomentosus L.), linjuang (Cordyline fruticosa (L) A. Chev) dan papisangan (Ludwigia octovalvis (Jacq.) P.H. Raven). Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun dan akar. Setelah dibandingkan efek farmakologi dengan studi empiris dapat disimpulkan empat tumbuhan berkesuaian dan enam tumbuhan belum ditemukan publikasi ilmiah untuk penelitian terkait. Frekuensi sitasi tertinggi dalam penelitian ini adalah 91,67% pada tanaman bamban, kumpai serampangan, lambai-lambai dan lelangsatan, sedangkan nilai rasio kesepakatan informan tertinggi pada kategori non degeneratif sebesar 0,88.

References

Kemenkes RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Indonesia: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB); 2019.

Oktarlina RZ, Tarigan A, Carolia N, Rizki E, Pengetahuan U, Obat P, et al. Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Penggunaan Obat Tradisional di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Vol. 2, JK Unila |. 2018.

Sholichah L, Alfidhdhoh D. Etnobotani Tumbuhan Liar sebagai Sumber Pangan di Dusun Mendiro, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). 2020 Jan;25(1).

Wildayati T, Lovadi I, Linda R. Etnomedisin Penyakit Dalam pada Suku Dayak Tabun di Desa Sungai Areh Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Jurnal Protobiont. 2016;4(3):1–7.

Komaren B, Valencia L, Mhinana Z, Adeniran A. An ethnobotanical and ethnomedicinal survey of traditionally used medicinal plants in Seymour, South Africa: An attempt toward digitization and preservation of ethnic knowledge. Pharmacognosy Magazine. 2015;115–23.

Purba A, Program A, Kimia S, Sains F, Teknologi D, Islam U, et al. Uji Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Dalam Ekstrak Metanol Bunga Turi Merah (Sesbania grandiflora L. Pers).

Rizki Mar’atus Sholikhah. Identifikasi senyawa Triterpenoid dari fraksi N-Heksana ekstrak Rumput Bambu (Tophatherum Gracile Brongn.) dengan metode UPLC-MS. [Malang]: Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malan; 2016.

Published

2024-02-01

How to Cite

1.
Rahimah, Rahmi Muthia, Abdurrahman Sidiq. STUDI ETNOMEDISIN DAN SKRINING FITOKIMIA TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI WILAYAH KECAMATAN MARTAPURA BARAT. JIFI [Internet]. 2024 Feb. 1 [cited 2024 Jun. 15];6(3):103-12. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/1687