OPTIMASI KONSENTRASI TEMULAWAK DAN WAKTU PERENDAMAN SEBAGAI PEREDUKSI FORMALIN PADA TAHU MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY

Authors

  • Anggi Gumilar Kelompok Keahlian Farmasi Analisis, Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Mira Andam Dewi Kelompok Keahlian Farmasi Analisis, Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Nabila Hafna Salsabila Kelompok Keahlian Farmasi Analisis, Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v7i1.1746

Keywords:

Curcuma xanthorrhiza, Formalin, Optimization, Reduction, RSM

Abstract

Tofu is a food product that contains high water which causes the shelf life of tofu to be short. Some manufacturers add preservatives to extend its shelf life. However, some rogue manufacturers add prohibited preservatives such as formalin. Formalin reduction can be done using Curcuma xanthorrhiza, which can reduce formalin through saponification mechanism. This research aims to determine the optimal conditions for formalin reduction using curcuma. Tofu samples that have been contacted with formalin were treated by immersion with a solution of curcuma, then reacted with Schiff’s reagent and measured by spectrophotometer UV-Visible at a maximum wavelength of 556 nm. Optimization was carried out using Response Surface Methodology (RSM) with Central Composite Design (CCD) method. Independent variables that were used in this optimization were concentration of curcuma and soaking time. Data analysis of reduced formalin content was carried out using Minitab version 19. RSM equation for optimization of concentration of curcuma (X1) and soaking time (X2) to obtain the maximum value of reduced formalin is y=19,63–1,70X1–0,368X2+0,2034X12+0,00954X22–0,0052X1X2. The optimization results of RSM showed that the optimal condition was at concentration of 8.53% v/v and immersion time of 51.21 minutes, with a predicted amount of reduced formalin of 23.90 µg/g (45,89%).

References

Andarwulan, N. et al. Pengaruh Perbedaan Jenis Kedelai terhadap Kualitas Mutu Tahu. Jurnal Mutu Pangan 5, 66–72 (2018).

Hayat, F. & Darusmini, D. Analisis Faktor Penggunaan Formalin Pada Pedagang Tahu Di Pasar Tradisonal Kota Serang. Jurnal Surya Muda 3, 121–132 (2021).

Gumilar, A. R. P. R. R. D. A. P. Efektifitas Temulawak (Curcuma xanthorriza) Sebagai Pereduksi Formalin Pada Tahu. Jurnal Media Farmasi 17, 197–203 (2021).

Damayanti, E., Ma’ruf, W. F. & Wijayanti, I. Efektivitas Kunyit (Curcuma longa Linn.) Sebagai Pereduksi Formalin Pada Udang Putih (Penaeus merguiensis) Penyimpanan Suhu Dingin. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan 3, 98–107 (2014).

Kusumaningrum, A., Wayan Gunam, I. B. & Mahaputra Wijaya, I. M. Optimasi Suhu dan pH Terhadap Aktivitas Enzim Endoglukanase Menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri 7, 243 (2019).

Harningsih, T. & Susilowati, I. T. Metode reduksi tahu berformalin menggunakan variasi konsentrasi air garam yang ditambambahkan dengan ekstrak bawang putih (Allium sativum L.). Jurnal Kesehatan Kusuma Husada (2015).

Yazid, E. A. & Putri, E. V. Reduction of formaldehyde levels in tofu using white tumeric (Curcuma mango) with spectrofotometry. Journal of Islamic Pharmacy 2, 5–12 (2017).

Faulina, R., Andari, S. & Anggraeni, D. Response surface methodology (RSM) dan aplikasinya. Magister of Statistics Its 152–175 (2011).

Mardiana, R., Lidyawati, L. & Zulfikri, M. Identifikasi Formalin Pada Ikan Segar di Pelabuhan Pendaratan Ikan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur. Journal of Pharmaceutical and Health Research 1, 77–82 (2020).

RI, D. P. O. M. D. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Depkes RI. Jakarta. hlm 7, (1995).

Wikanta, W., Abdurrajak, Y., Sumarno, S. & Amin, M. Pengaruh Penambahan Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) dan Perebusan terhadap Kadar Residu Formalin dan Profil Protein Udang Putih (Letapenaeus vannamei) Berformalin Serta Pemanfaatannya sebagai Sumber Pendidikan Gizi dan Keamanan Pangan pada Masy. in Prosiding Seminar Biologi vol. 8 (2011).

Anwar, K., Istiqamah, F. & Hadi, S. Optimasi Suhu dan Waktu Ekstraksi Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia jack.) Menggunakan Metode RSM (response surface methodology) dengan Pelarut Etanol 70%. Jurnal Pharmascience 8, 53 (2021).

Putra, A. R. P. Optimasi Produksi Lipase Dengan Variasi Konsentrasi Substrat Dan Suhu Melalui Fermentasi Rendam Rhodotorula Mucilaginosa (Yuicc422) Menggunakan Respon Surface Metodology. Jurnal Teknologi Bioproses 8, 41–46 (2012).

Trihaditia, R., Syamsiah, M. & Awaliyah, A. Penentuan Formulasi Optimum Pembuatan Penambahan Tepung Terigu Menggunsksn Mrtofr RSM (Response Surface Method). Agroscience 8, 212–230 (2018).

Published

2024-05-31

How to Cite

1.
OPTIMASI KONSENTRASI TEMULAWAK DAN WAKTU PERENDAMAN SEBAGAI PEREDUKSI FORMALIN PADA TAHU MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY . JIFI [Internet]. 2024 May 31 [cited 2024 Jul. 22];7(1):19-31. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/1746