STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM DI INSTALASI RAWAT INAP RS X SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ATC/DDD DAN DU 90%
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v8i2.2829Keywords:
Diabetic ulcer, Antibiotics, ATC/DDD, DU 90%Abstract
Ulkus diabetik merupakan infeksi berat dari komplikasi diabetes melitus yang memiliki risiko amputasi. Dalam penanganannya, antibiotik memegang peranan penting. Namun, apabila penggunaannya tidak sesuai indikasi atau dosis, hal ini dapat memicu peningkatan resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai pola pemakaian antibiotik pada pasien ulkus diabetik yang dirawat di Instalasi Rawat Inap RS X Semarang. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan ATC/DDD serta DU 90%. Desain penelitian yang dipakai adalah studi observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Data diambil dari pasien rawat inap selama periode Januari sampai Desember 2024 yang memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Hasil menunjukkan ceftriaxone merupakan antibiotik dengan tingkat penggunaan tertinggi, yakni 9,81 DDD per 100 hari rawat inap. Sementara itu, berdasarkan analisis DU 90%, antibiotik yang paling dominan digunakan berada dalam kelompok ceftriaxone, metronidazole, levofloxacin, ampicillin-sulbactam, dan meropenem.
References
1. Dharmayanti NPD, Darmini AAAY, Dharmapatni NWK. Tingkat Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus Tentang Pencegahan Ulkus Diabetik Melalui Penyuluhan. Jurnal Abdimas ITEKES Bali [Internet]. 2024 May 14;3(2):70–4. Available from: https://ejournal.itekes-bali.ac.id/index.php/jai/article/view/511
2. Isnaini N, Ratnasari R. Faktor risiko mempengaruhi kejadian Diabetes mellitus tipe dua. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah. 2018 Jun 12;14(1):59–68.
3. Langi YA. Penatalaksanaan Ulkus Kaki Diabetes Secara Terpadu. Jurnal Biomedik. 2011;3(2):95–101.
4. Sidabalok R, Widayati A. Valuasi Penggunaan Antibiotik dengan Metode Defined Daily Dose (DDD) pada Pasien Ulkus Diabetikum di Rawat Inap Rsud Sleman. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia. 2022;2(2):026–36.
5. Wahyudi AE, Fadraersada J, Masruhim MA. Evaluasi Penggunaan Antibiotika Berdasarkan Metode Defined Daily Dose (DDD) pada Pasien Ulkus Diabetikum. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences. 2018 Dec 31;8:21–9.
6. Sari YO, Almasdy D, Fatimah A. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ulkus Diabetikum di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Sains Farmasi & Klinis [Internet]. 2018 Oct 11;5(2):102–11. Available from: https://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/view/253
7. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology. Guidelines for ATC classification and DDD assignment 2023. 26th ed. Norwegian Institute of Public Health; 2023.
8. Hollingworth S, Kairuz T. Measuring Medicine Use: Applying ATC/DDD Methodology to Real-World Data. Pharmacy. 2021 Mar 17;9(1):60.
9. Okti Sri Purwanti. Peningkatan Pengetahuan Anggota Posyandu Lanjut Usia Pinilih Gumpang Tentang Komplikasi Luka Kaki Pada Penderita Diabetes. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat). 2020 Dec 24;1(3):225–33.
10. Utia Detty A, Fitriyani N, Prasetya T, Florentina B. Karakteristik Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus The Characteristics of Diabetic Ulcer in Patients with Diabetes Mellitus. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada [Internet]. 2020;11(1):258–64. Available from: https://akper-sandikarsa.e-journal.id/JIKSH
11. Aryzki S, Alicia M, Rahmah S. Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ulkus Diabetikum Di Instalasi Rawat Jalan Penyakit dalam Rsud Ulin Banjarmasin Periode Juli – Desember 2018. Jurnal Ilmiah Manuntung. 2020;6(2):265–72.
12. Harreiter J, Kautzky-Willer A. Sex and gender differences in prevention of type 2 diabetes. Vol. 9, Frontiers in Endocrinology. Frontiers Media S.A.; 2018.
13. Dhillon J, Sopacua E, Tandanu E. Insidensi Gangren Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Royal Prima Incidence Of Diabetic Gangrene In Patients With Type 2 Diabetes Melitus at Royal Prima Hospital. Jambura Journal of Health Sciences and Research [Internet]. 2022;4(1):453. Available from: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/inde
14. Cabeceira HDS, De Souza DMST, Juliano Y, Veiga DF. Work ability and productivity in patients with diabetic foot. Clinics. 2019;74.
15. Prabawati D, Ratnasari PA. Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit X, Bekasi : The Effectiveness of Health Education on Knowledge of Foot Care in Diabetes Mellitus Patients at X Hospital, Bekasi. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) [Internet]. 2023 Aug 3;6(8):1592–8. Available from: https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/3538
16. Lestari, Zulkarnain, Sijid. Diabetes Melitus: Review Etiologi, Patofisiologi, Gejala, Penyebab, Cara Pemeriksaan, Cara Pengobatan dan Cara Pencegahan. UIN Alauddin Makassar. 2021;237–41.
17. Assa NP, Artana IWD, Kardana IM, Putra PJ, Sukmawati M. The characteristics of neonatal sepsis in Low Birth Weight (LBW) infants at Sanglah General Hospital, Bali, Indonesia. Intisari Sains Medis. 2020 Mar 19;11(1):172–8.
18. Yuniarti E, Mawar Rani A, Wuri Handayani E. Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Infeksi Saluran Kemih dengan Metode ATC/DDD di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Journal Farmasi Klinik dan Sains. 2021;1(1):6–10.
19. Khoiriyah SD, Ratnawati R, Halimah E. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Dengan Metode ATC/DDD dan DU90% di Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Akfarindo. 2020;5(2):7–12.
20. Dhananjay K, N. K, Sahu S, G. R. Drug utilization 90%: an innovative method in assessing quality of drug prescription with specific reference to non-steroidal anti-inflammatory drugs prescription. Int J Basic Clin Pharmacol. 2016;1746–51.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.