EKSPLORASI POTENSI ANTIBAKTERI DAUN PIDADA MERAH (SONNERATIA CASEOLARIS) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT PROPIONIBACTERIUM ACNES

Penulis

  • Eka Kumalasari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
  • Rizki Arianto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
  • Dwi Rizki Febrianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
  • Novia Ariani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
  • Muhammad Ma'ruf Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.36387/v1f3zg64

Kata Kunci:

Inhibitions Zone, Sonneratia caseolaris, Propionibacterium acnes

Abstrak

Jerawat yang muncul di bagian wajah dapat mengakibatkan perubahan berupa bengkak, kemerahan, bernanah dan menimbulkan rasa sakit sehingga akan menimbulkan kesan yang kurang menarik dalam penampilan dan mempengaruhi kecantikan. Penyebab jerawat salah satunya karena terdapat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Daun Pidada Merah merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa antibakteri. Daun Pidada Merah mengandung senyawa sebagai antibakteri dikarenankan mengandung metabolit sekunder diantaranya, flavanoid, alkaloid, tanin, saponin, dan fenol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan diameter zona hambat ekstrak daun pidada merah terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Penelitian menggunakan metode sumuran. Penelitian ini terbagi menjadi tujuh kelompok; kelompok ekstrak dengan berbagai konsentrasi (20%, 40%, 60%, dan 80%), kelompok kontrol positif (klindamisin 0,1%) dan kelompok kontrol negatif (Aquadest). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun pidada merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Diameter zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% masing-masing 11,51 mm (Kuat), 11,73 mm (kuat), 12 mm (kuat), 12,4 mm (kuat).

Referensi

1. Aida, a. N., suswati, e., & misnawi. (2016). Uji in vitro efek ekstrak etanol biji kakao (theobroma cacao) sebagai antibakteri terhadap propionibacterium acnes. E-jurnal pustaka kesehatan, 4(1), 127–131.

2. Menaldi sw sri linuwih, bramono kusmarinah, i. W. (2015). Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Fakultas kedokteran universitas indonesia.

3. Febriyati. (2010). Analisis komponen kimia fraksi minyak atsiri daun sirih (piper bettle linn.) Dan uji aktivitas antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri gram positif. In skripsi.

4. Kumalasari, eka; nazir, m ahlun; putra, a. M. S. (2018). Gab. Penetapan kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% daun bawang dayak (eleutherine palmifolia l.) Dengan metode spektrofotometri uv-vis.pdf.

5. Niah, r., baharsyah, r. N., tangi, k., & utara, b. (2018). Potensi ekstrak daun tanaman karamunting ( melastoma malabathricum l .) Di daerah kalimantan sebagai antibakteri staphylococcus aureus. 4(1), 36–40.

6. Ariani, n., febrianti, d. R., & hambat, z. (2019). Uji aktivitas antibakteri ekstrak biji pepaya ( carica papaya l .) Terhadap pertumbuhan escherichia coli ( test activity of antibacterial pepaya seeds ( carica papaya l .) On growth of escherichia coli ). 2(2), 160–166.

7. Saftia, aryzki; yugo, s. (2019). Proceeding of sari mulia university pharmacy national seminars skrining fitokimia ekstrak daun ramania ( bouea macrophylla griffith) asal kalimantan selatan.

8. Sundu, r., & handayani, f. (2018). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi paku atai merah ( angiopteris ferox copel ) terhadap propionibacterium acnes antibactery activity test of ethanol extract of red paku atai tuber ( angiopteris ferox copel ) on propionibacterium acnes. 2(2), 75–'82.

9. Febrianti, d. R., susanto, y., niah, r., & latifah, s. (2019). Aktivitas antibakteri minyak atsiri kulit jeruk siam banjar ( citrus reticulata ) terhadap pertumbuhan pseudomonas aeruginosa. 06(01), 10–17.

10. Pelczar, m. (2008). Dasar - dasar mikrobiologi. Ui press.

11. Pratiwi, s. (2008). Mikrobiologi farmasi. Airlangga.

12. Gunawan, p. N. (2017). Uji daya hambat getah kulit buah pisang goroho ( musa acuminafe l .) Terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus. 5.

13. Dwicahyani, tiara, sumaridianto, rianingsih, l. (2018). Uji biokativitas ekstrak teripang keling holothuria atra sebagai antibakteri staphylococcus aureus dan eschericia coli. 7(1), 15–24.

14. Shofiana, i. (2020). Uji aktivitas antibakteri pada bakteri salmonella sp. Dengan ekstrak kulit batang, daun dan buah mangrove sonneratia caseolaris.

15. Ari Saptowo, Risa Supriningrum, Supomo supomo (2022) Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Sekilang (Embeliaborneensis Scheff) Terhadap BakterI Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Al Ulum Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 2

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30

Cara Mengutip

1.
EKSPLORASI POTENSI ANTIBAKTERI DAUN PIDADA MERAH (SONNERATIA CASEOLARIS) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT PROPIONIBACTERIUM ACNES. JIFI [Internet]. 2026 May 30 [cited 2026 Jun. 24];9(1):183-94. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/3023