AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BANGKAL (Nauclea subdita) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v7i2.2129Kata Kunci:
Bangkal leaves, Ultrasonic Assisted Extraction, Staphylococcus aureusAbstrak
Tumbuhan Bangkal (Nauclea subdita) merupakan tumbuhan khas di bagian selatan Pulau Kalimantan. Dalam kehidupan sehari-hari, daun bangkal digunakan untuk mengobati bisul, luka, sakit gigi, demam dan diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bangkal terhadap Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE). Daun bangkal diekstraksi dengan ekstraksi bantuan UAE menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Pengujian zona hambat antibakteri ekstrak daun bangkal terhadap bakteri Staphylococcus aureus memiliki efek atau berbeda secara signifikan dengan konsentrasi masing-masing 40%, 60%, 80%, 100% dan menghasilkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat berturut-turut 12,7±0,06 mm, 13,9±0,00 mm, 15±0,00 mm, 16±0,00mm. Hasil pemeriksaan aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bangkal dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 40% dengan diameter zona hambat 12,7 mm dan yang tertinggi pada konsentrasi 100% dengan diameter zona hambat 16,00 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun bangkal memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang memiliki zona hambat dengan kategori sedang hingga kuat.
Referensi
Khumaidi, A., Nugrahani, A. W., & Gunawan, F. (2020). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kapas (Gossypium barbadense L.) terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Jurnal Farmasi Udayana, 9(1), 52. https://doi.org/10.24843/jfu.2020.v09.i01.p08
Nurhayati, L. S., Yahdiyani, N., & Hidayatulloh, A. (2020). Perbandingan Pengujian Aktivitas Antibakteri Starter Yogurt dengan Metode Difusi Sumuran dan Metode Difusi Cakram. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 1(2), 41. https://doi.org/10.24198/jthp.v1i2.27537
Rahmi, N., Salim, R., & Rizki, M. I. (2021). Aktivitas Antibakteri Dan Penghambatan Radikal Bebas Ekstrak Kulit Kayu Bangkal ( Nauclea subdita ) (The Effect of Solvents and Extraction Methods on Antibacterial and Free Radical Scavenging Activities from Bangkal (Nauclea subdita) Bark Extracts ). 39(1), 13–26.
Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani, R., Akhyar. (2018). Skrining Fitokimia, Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Propionibacterium Acnes Ekstrak Etanol Kulit Batang dan Daun Tanaman Bangkal (Nuclea Subdita). Sains dan Terapan Kimia, Vol. 12, No. 2 (Juli 2018), 64 – 75.
Fitriana, D. (2013). Formulasi Sediaan Gel dan Nanoemulgel Ekstrak Etanol Kulit Batang Nauclea subdita (Korth) Steud. (Bangkal) Serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Propionibacterium Acnes. Bandung: Institut Teknologi Bandung
Utami, Y. P., Umar, A. H., Syahruni, R., & Kadullah, I. (2017). Standardisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Leilem (Clerodendrum). Journal of Pharmaceutical and Medicinal Sciences, 2(1), 32–39
Sjahid, L. R., Aqshari, A., & Sediarso, S. (2020). Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Hasil Ultrasonic Assisted Extraction Daun Binahong (Anredera cordifolia [Ten] Steenis). Jurnal Riset Kimia, 11(1), 16–23. https://doi.org/10.25077/jrk.v11i1.348
Dima L, Fatimawali, Lolo WA. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Farmasi; 5 (2) : 282 – 289. https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.12273
Mpila DA, Fatimawali, Wiyono WI. (2012). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mayana (Coleus atropurpureus [L] Benth) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa secara InVitro. Manado: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi;1(1):13-21. https://doi.org/10.35799/pha.1.2012.440
Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Aisiah, S. (2012). Untuk Pengendalian Bakteri Aeromonas Hydrophila Potential Plant Bangkal (Nauclea orientalis ). 2(4), 166–177. DOI:10.20527/fs.v2i4.1172
Octaviani, M., Fadhli, H., & Yuneistya, E. (2019). Antimicrobial Activity of Ethanol Extract of Shallot (Allium cepa L.) Peels Using the Disc Diffusion Method. Pharmaceutical Sciences and Research, 6(1), 62–68. https://doi.org/10.7454/psr.v6i1.4333
Katzung, B.G., Masters, S.B. & Trevor, A.J., 2012. Basic & Clinical Pharmacology. 12th Ed. United States: McGraw-Hill Companies.
Kurniawan, B., & Aryana, W. F. (2015). Binahong ( Cassia Alata L ) As Inhibitor Of Escherichiacoli Growth. 4, 100–104.
Sapara, T. U., & Waworuntu, O. (2016). Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pacar Air (Impatiens Balsamina L.) Terhadap Pertumbuhan Porphyromonas Gingivalis. Pharmacon, 5(4), 10–17. https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.13968
Rosidah, A. N., Lestari, P. E., & Astuti, P. (2014). Daya antibakteri ekstrak daun kendali (Hippobroma longiflora [L] G . Don) terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans. Jurnal Pustaka Kesehatan, 1–9
Poeloengan M, Praptiwi P. 2012. Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn). Media Litbang Kesehatan.; 20(2). h. 65-9
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.