ANALISIS COST OF ILLNESS PASIEN DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DI RSUD SULTAN SURIANSYAH
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v8i1.2325Keywords:
Hipertensi, Diabetes mellitus, cost of illness, hospitalAbstract
Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi rutin untuk mengontrol penyakitnya. Pembiayaan penyakit tersebut dapat diukur dengan analisis cost of illness yang merupakan analisis untuk mengukur beban ekonomi penyakit pada masyarakat. Hipertensi dan diabetes melitus prevalensinya terus meningkat serta biaya perawatan yang tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata Cost of Illness (COI) pada pasien hipertensi dan diabetes melitus rawat jalan dan faktor karakteristik yang mempengaruhi.
Metode penelitian menggunakan teknik accidental sampling berdasarkan pendekatan prosfektif dari kuesioner dan retrospektif menggunakan data administrasi rumah sakit tahun 2024. Penelitian dilakukan di RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin pada pasien rawat jalan dengan jumlah sampel 82 pasien diabetes melitus dan 85 pasien hipertensi. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya Cost of Illness pada pasien diabetes melitus perepisode perawatan yaitu Rp.208.652 dengan rata-rata biaya medis langsung sebesar Rp.149.446, biaya non medis langsung sebesar Rp.20.024 dan biaya tidak langsung sebesar Rp.39.181. Sedangkan rata-rata biaya pada pasien hipertensi selama perepisode perawatan yaitu Rp.168.449, rata-rata biaya medis langsung Rp.98.264, biaya non medis langsung Rp.16.811 dan biaya tidak langsung Rp.53.676.
References
1. Fitri L, Rachmawati E, Nurjannah I. Edukasi kesehatan pada penderita penyakit tidak menular di Indonesia. Jurnal Kesehatan Komunitas. 2015;1(2):45–52.
2. Anonim. Strategi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2008.
3. American Diabetes Association. Standards of medical care in diabetes—2015. Diabetes Care. 2015;38(Suppl 1):S1–S94.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi: Penyakit Tidak Menular yang Harus Diwaspadai [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2021 [cited 2025 May 22]. Available from: https://www.kemkes.go.id
5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.
6. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Data Kesehatan Tahun 2023 [Internet]. 2023 [cited 2025 May 22]. Available from: https://dinkes.banjarmasinkota.go.id/p/data-kesehatan-tahun-2023.html
7. Kebijakan Kesehatan Indonesia. Hipertensi dan DM Banyak Serap Biaya Obat di BPJS Kesehatan [Internet]. 2023 [cited 2025 May 22]. Available from: https://kebijakankesehatanindonesia.net/25-berita/berita/3961-hipertensi-dan-dm-banyak-serap-biaya-obat-di-bpjs-kesehatan
8. Mateti UV, Nagappa AN, Attur RP, Bairi R, Nagarapu SP, Rangaswamy D. Health-related quality of life and patient-reported outcomes in diabetes mellitus and hypertension. J Clin Diagn Res. 2013;7(10):2156–60.
9. Finkelstein EA, Chay J, Bajpai S. The economic burden of non-communicable diseases in Indonesia. Glob Health. 2014;10(1):1–7.
10. Bina Pelayanan Kefarmasian. Pedoman Evaluasi Ekonomi dalam Pengambilan Keputusan di Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.
11. Zhuo X, Zhang P, Kahn HS, Bardenheier BH, Gregg EW. Economic impact of diabetes mellitus in the U.S. in 2020. Diabetes Care. 2013;36(4):1033–9.
12. Sari DP. Analisis Biaya Pengobatan Pasien Jamkesmas dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Tipe B [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2014.
13. Etika R, Nuraini T, Pramudita AA. Analisis perilaku pencarian pengobatan pasien hipertensi yang tidak terkontrol. Jurnal Kesehatan. 2020;11(1):25–31.
14. Aisyah N, Dina SP. Cost of illness pada pasien penyakit kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin. JIIS (J Ilm Ibnu Sina) Ilmu Farm dan Kesehatan. 2020;5(2):407–15.
15. Baroroh N, Fathonah S. Analisis biaya pengobatan hipertensi berdasarkan tingkat Rita. Analisis hubungan antara jenis kelamin dan kejadian diabetes melitus tipe 2. J Ilm Kesehatan. 2018;10(1):23–9.
16. Lupita. Perbandingan kadar glukosa darah dan usia terhadap risiko diabetes melitus. J Kesehatan Masyarakat. 2024;12(1):50–6.
17. Haskas A, Abrar M. Aktivitas fisik dan risiko diabetes melitus pada pekerja. J Gizi dan Penyakit Metabolik. 2023;5(2):14–20.
18. Erdaliza, Supriyadi, Lestari D. Hubungan kadar kolesterol terhadap komplikasi pada pasien diabetes melitus. J Med Klin. 2024;13(2):22–8.
19. Falah. Faktor risiko hipertensi pada wanita menopause. J Kedokteran dan Kesehatan. 2019;9(3):45–52.
20. Wahyuni T, Eksanoto R. Risiko hipertensi pasca menopause. J Kesehatan Reproduksi. 2013;5(2):33–7.
21. Amin M, Fajrin R, Anindya L. Profil pasien hipertensi berdasarkan usia dan jenis kelamin. J Medika. 2017;6(4):89–94.
22. Anggraini L, Elvira D. Usia dan prevalensi hipertensi di Puskesmas. J Kesehatan Masyarakat. 2019;7(1):15–22.
23. Amanda R, Martini N. Faktor usia dan jenis kelamin terhadap kejadian hipertensi. J Biomedik. 2018;10(2):42–8.
24. Suastika K, Trisna N, Kardena I. Evaluasi Charlson Comorbidity Index pada pasien penyakit kronis. J Penyakit Dalam. 2015;7(3):60–6.
25. Cahyaningsih OI, Dini IRE, Hardian H. Efektivitas metformin dalam terapi diabetes melitus tipe 2. J Farm Klin. 2021;9(1):11–8.
26. Nathan DM, Buse JB, Davidson MB, Ferrannini E, Holman RR, Sherwin R, et al. Medical management of hyperglycemia in type 2 diabetes. Diabetes Care. 2009;32(1):193–203.
27. Frianto B, Putri NE, Hidayat T. Kombinasi glimepiride dan metformin pada pasien diabetes melitus. J Ilmiah Farmasi. 2023;15(2):27–33.
28. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2021. Jakarta: PB Perkeni; 2021.
29. Hartianty D, Khasanah U, Rohmah N. Pola peresepan antihipertensi di fasilitas kesehatan. J Farmasi dan Terapi. 2023;11(1):9–15.
30. Risna R, Afif M, Suryani. Evaluasi penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas. J Kefarmasian. 2022;12(3):65–70.
31. Khairiyah A, Asmara W, Setyawati A. Efek amlodipine terhadap penurunan tekanan darah. J Farm Klin. 2022;8(2):31–7.
32. Hadidi R, Amalia R, Fitriani A. Kombinasi amlodipine dan candesartan pada pasien hipertensi. J Kedokteran Universitas Andalas. 2019;8(1):18–24.
33. Baroroh N, Solikah S, Urfiyya N. Analisis biaya terapi pasien diabetes melitus tipe II rawat jalan. J Manajemen Pelayanan Kesehatan. 2016;19(4):200–7.
34. Apriliana NG, Pristianty L. Variasi biaya transportasi pasien rawat jalan. J Kesehatan Logistik dan Farmasi. 2023;3(1):12–9.
35. Aisyah N, Norhilaliyah N, Wahyuni A, Kumalasari E, Yumassik AM, Illahi FS. Analisis biaya pasien COVID-19 di Rumah Sakit X Kota Banjarmasin. J Insan Farm Indones. 2024;7(1):74–85.
36. Yumassik AM, Azizah N, Illahi FS, Wahyuni A, Aisyah N, Soraya S. Hubungan kualitas hidup pasien hipertensi dengan karakteristik demografi menggunakan instrumen EQ-5D di Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin. J Insan Farm Indones. 2024;7(1):1–8
37. Sutrisno H, Dwi A, Mahendra Y. Biaya produktivitas pada pasien penyakit kronis. J Ekonomi Kesehatan. 2017;9(2):40–6.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.