ANALISIS KADAR FENOLIK TOTAL DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa pradisiaca L)
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v6i2.1614Kata Kunci:
Fenolik Total, Flavonoid Total, Pisang Kepok, Ekstrak, Musa pradisiaca LAbstrak
Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang sangat banyak jumlahnya. Pada umumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan hasil penelitian kulit pisang kepok memiliki kandungan kandungan metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total dan kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa pradisiaca L). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penetapan kadar fenol total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan senyawa pembanding asam galat dan penentuan kadar flavonoid total digunakan metode kolorimetri dengan pereaksi berupa AlCl3 10% dan asam asetat 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok memiliki rata-rata kadar fenolik total sebesar 13,4495 mg GAE/g ± 1,5473206 dan kadar rata-rata flavonoid total sebesar 8,5468 mg QE/g ± 0,947422695.
Referensi
Lumowa, S.V.T., dan Bardin S. Uji Fitokimia Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.) Bahan Alam Sebagai Pestisida Nabati Berpotensi Menekan Serangan Serangga Hama Tanaman Umur Pendek. Jurnal Sains dan Kesehatan 2018;1(9):465–9.
Ariani, N., & Riski, A. 2018. Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Kepok Mentah (Musa paradisiaca forma typica) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro. Jurnal Pharmascience, 05(01), 39–44.
Meenakshi et.al. 2012. “Skrinning Fitokimia dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia “. Journal Biofarmasi. 3, 26-31.
Ariani, N., & Niah, R. 2020. Uji ,ktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok Mentah Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Manuntung, 5 (2), 161-166.
Kigigha, L.T., dan Zige, D.Y. 2013. Activity of Chromolaena odorata on Enteric and Superficial Etiologic Bacterial Agents. American Journal of Research Communication, 1 (11): 266-276.
Alfian, R., dan Susanti, H. 2012. “Penetapan Kadar Fenolik Total ekstrak Metanol Kelopak Bungan Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa Linn) Dengan Variasi Tempat Tumbuh Secara Spektrofotometriâ€. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan. Hal: 76.
Lee et.al. 2003. “Cocoa Has More Phenolic Phytochemical and A Higher Antioxidant Capacity than Teas and Red Wineâ€. Journal Agric. Food Chem. 51,7292-7295.
Pokorni, J., Yanishlieva, N., and Gordon, M., 2001, Antioxidant in Food; Practical Applications, CRC Press, New York.
Chang, C.C., Yang., M.H., Wem, H.M., Chern, J.C. 2022. Estimation of Total Flavonoid Content in Propolis by Two Complementary Colorimetric Methods. Journal of Food and Drug Analysis. Volume 10. Nomor 3. Halaman 178-182.
Azizah, D.N., Kumolowati, E., dan Faramayuda, F. 2014 Penetapan Kadar Flavonoid Metode AlCl3 Pada Ekstrak Metanol Kulit Buah Kako (Theobroma cacao L.). Jurnal Ilmiah Farmasi, 2 (2): 45-49.
Oktavia, J.D. 2011. “Pengoptimuman Ekstraksi Flavonoid Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Analisis Sidik Jari Dengan Kromatografi Lapis Tipisâ€. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Hal: 4;11.
Neldawati., R., dan Gusnedi. 2013. “Analisis Nilai Absorbansi Dalam Penentuan Kadar Flavonoid Untuk Berbagai Jenis Daun Tanaman Obat. Journal Of Physicsâ€. Jurnal Fisika. (2). 76-78.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.