EVALUASI KESESUAIAN RESEP OBAT DM PADA PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI RS ARAFAH ANWAR MEDIKA SUKODONO
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v6i3.1679Kata Kunci:
Rumah Sakit, Kesesuaian Resep Obat, Formularium NasionalAbstrak
Pelayanan kefarmasian yakni pelayanan yang bertanggung jawab langsung ke pasien dalam kaitannya dengan kefarmasian. Salah satu faktor yang meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian adalah pelayanan resep. Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), resep yang diberikan kepada pasien harus mengacu pada Formularium Nasional. Apabila peresepan tidak sesuai dengan Formularium Nasional maka akan mempengaruhi kualitas pelayanan instalasi farmasi. Rumah Sakit Arafah Anwar Medika merupakan salah satu rumah sakit dengan jumlah pasien terdiagnosis diabetes cukup banyak serta memerlukan pengelolaan penggunaan obat yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian dan ketidaksesuaian peresepan dengan Formularium Nasional pasien BPJS rawat jalan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Arafah Anwar Medika Sukodono. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan data 384 seluruh resep penyakit DM pasien BPJS rawat jalan pada tahun 2021. Berdasarkan hasil penelitian resep yang menunjukkan sesuai dengan FORNAS yaitu 97,14% dan yang tidak sesuai dengan FORNAS 2,86%. Kesimpulannya adalah mutu pelayanan Instalasi Farmasi yang baik akan memperoleh presentase yang tinggi terhadap kesesuaian resep dengan Formularium Nasional.
Referensi
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2013. Riset kesehatan dasar. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dirjen Binfar & Alkes, 2014. Keputusan Direktur Jendral Bina Kefarmasian & Alat Kesehatan No.02.03/III/1346/2014 tentang Pedoman Penerapan Formularium Nasional. Jakarta : Dirjen Binfar & Alkes.
Erlitha A, Lily R dan Widya AL. Evaluasi Pelaksanaan Resep Obat Generik pada Pasien BPJS Rawat Jalan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Periode Januari-Juni 2014. Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi- Unsrat. 2015; 4 (4) : 58-64.
Kemenkes Republik Indonesia Nomor, 2008. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013. Formularium Nasional Kendalikan Mutu dan Biaya Pengobatan. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Leonita, E. Dan A. Muliani. 2015. Penggunaan Obat Tradisional oleh Penderita Diabetes Melitus dan Faktor – faktor yang Berhubungan di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru Tahun 2015.pekanbaru : Jurnal Kesehatan Komunitas 3(1) 47-52.
Meisaroh, D., A.L. Nasyanka, dan H.E. Arizka. 2019. Profil Kesesuaian Penulisan Resep Pada Pasien Umum Rawat Inap dengan Formularium di Rumah Sakit Bedah Mitra Sehat Lamongan. Journal of Herbal, Clinical & Pharmaceutical Science. 01(02) : 24-28.
Pemenkes, 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Rahmawati, D. Dan R. Fitriani. 2016. Analisis Penggunaan Obat Herbal Pada Pasien Diabetes Melitus Di RSUD A.W Sjahranie Samarinda. Samarinda: Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-3
Vermasari, Arya, Masrul , dan Yetti, H.(2019). Analisis Implementasi Standar Pelayanan Minimal (Spm) Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rsu Mayjen Ha Thalib Kabupaten Kerinci. Jurnal Kesehatan Andalas. Volume; 8 No 2
Wambrauw, J. 2006. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Dokter dalam Penulisan Resep Sesuai dengan Formularium Rumah Sakit Umum R.A Kartini Jepara Tahun 2006. Universitas Stuttgart.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.