PENGARUH ERITROPOETIN TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN TERAPI ANEMIA PADA PASIEN ANEMIA PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RSUD ULIN BANJARMASIN

Penulis

  • Sari Wahyunita Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Borneo Lestari
  • Guntur Kurniawan Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Borneo Lestari
  • Sonia Maharani Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Borneo Lestari

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v6i3.1690

Kata Kunci:

Angka kejadian, Hemoglobin, Terapi, Anemia

Abstrak

Chronic kidney disease (CKD) adalah kerusakan ginjal lebih dari 3 bulan. Tindakan medis yang dilakukan di rumah sakit adalah hemodialisa. Tindakan ini tersebut dapat memicu terjadinya anemia, anemia pada pasien gagal ginjal (CKD) terjadi karena adanya kerusakan pada bagian ginjal yang menjadi tempat produksi hormon Erythropoietin Stimulating Agent (ESA), akibat gangguan tersebut mengakibatkan defisiensi eritropoietin dimana produksi sel-sel darah merah tidak terbentuk. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat keberhasilan terapi  anemia, angka kejadian anemia pada pasien CKD, dan pengaruh pemberian eritropoietin terhadap tingkat keberhasilan terapi anemia pada pasien CKD di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini termasuk jenis observasional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif.  Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah data hemoglobin pasien  pada rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Metode pemilihan sampel  yang digunakan adalah total sampling. Pengukuran keberhasilan terapi digunakan adalah data hemoglobin pasien setelah diberikan eritropoetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  dari 90 orang   pasien CKD (Chronis Kidney Disease). didapatkan hasil 50 orang pasien ( 55,55%) tercapainya tingkat keberhasilan terapi anemia  dan 40 pasien (45,45%) tidak tercapai keberhasilan terapi anemia. Angka kejadian anemia berjumlah 90 pasien (100%). Berdasarkan Analisis didapatkan adanya pengaruh eritropoietin terhadap keberhasilan terapi anemia pada Chronic Kidney Disease (CKD) di RSUD Ulin Banjarmasin.

Referensi

Wells BG, DiPiro JT, Schwinghammer TL, DiPiro C V. Pharmacotherapy Handbook: Ninth Edition.

Amudi T, Palar S. Gagal Ginjal Kronik Hemodialisis dengan Kadar Eritropoietin dan Hemoglobin Normal: Laporan Kasus. Medical Scope Journal. 2021 Jan 8;2(2).

Maharianingsih NM, Kadek N, Dewi S. Evaluasi Penggunaan Obat Anemia Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa Di Rsu Ari Canti Pada Tahun 2020. 2021;10 (2):1–12.

Milik A, Hrynkiewicz E. On translation of LD, IL and SFC given according to IEC-61131 for hardware synthesis of reconfigurable logic controller. IFAC Proceedings Volumes (IFAC-PapersOnline). 2014;19(1):4477–83.

eknoyan Gaberan, Lameire nobert. Official JOurnal Of the internatiOnal SOciety Of nephrOlOgy KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease [Internet]. 1st ed. Vol. 3. Mexico: Kdigo; 2013. Available from: www.publicationethics.org

Kapoh SR, Rotty LWA, Polii EBI. Terapi Pemberian Besi pada Penderita Anemia Defisiensi Besi. e-CliniC. 2021;9(2):311.

Ahmed N, Mahmoud A, Zaki N, Genedy A. Erythropoietin resistance in patients with regular hemodialysis in Sohag university hospital. Journal of Biochemical and Clinical Genetics. 2023;6 (December 2022) :14–21.

Unduhan

Diterbitkan

2024-02-01

Cara Mengutip

1.
PENGARUH ERITROPOETIN TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN TERAPI ANEMIA PADA PASIEN ANEMIA PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RSUD ULIN BANJARMASIN. JIFI [Internet]. 2024 Feb. 1 [cited 2026 May 24];6(3):121-6. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/1690