PERBEDAAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KOLANG KALING SEGAR DAN KOLANG KALING SERBUK

Penulis

  • Eka Susanti Hanhadyanaputri Prodi D3 Anafarma, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Ariani Hesti Wulan Prodi D3 Farmasi, Stifar Yayasan Pharmasi Semarang
  • Indah Sulistyarin Prodi D3 Farmasi, Stifar Yayasan Pharmasi Semarang
  • Intan Martha Cahyani Prodi S1, Stifar Yayasan Pharmasi Semarang

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v6i3.1704

Kata Kunci:

Antioksidan, Kolang Kaling, Microwave, IC50

Abstrak

Kolang kaling (Arenga pinnata) merupakan salah satu hasil dari pohon aren. Proses pengolahan buah aren menjadi kolang-kaling dapat mempengaruhi mutu dari kolang-kaling yang dihasilkan. Kolang-kaling memiliki kadar air sebesar 93,6 %, protein 2,344 %, karbohidrat 56,57 %, serta serat kasar 10,52% (Tarigan dan Kaban, 2009). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisika kimia, nilai IC50 kolang kaling segar, serbuk yang dibuat dengan microwave pada suhu rendah (40C) selama 5 hari, sedang (53oC) selama 4 jam dan tinggi (78C) selama 2 jam, dan mengetahui adakah pengaruh perbedaan perlakuan kolang kaling segar dan serbuk  pada aktivitas antioksidan. Kolang kaling direndam dalam air bersih selama 1x 24 jam, dicuci bersih, ditiriskan, sebagian dibuat jus dan sebagian diiris tipis-tipis, dikeringkan menggunakan alat pemanas berbantu gelombang mikro (microwave) dengan suhu rendah, sedang dan tinggi, kemudian diblender, diayak meggunakan ayakan 40/60. (Fitrilia dkk, 2019). Kolang kaling segar dan serbuk diuji skrining fitokimia, FTIR, karakteristik fisikokimia dan antioksidan. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil skrining fitokimia dan FTIR menunjukkan adanya senyawa galaktomanan. Hasil  uji antioksidan diperoleh nilai IC50 darikolang kaling segarserbuk dikeringkan microwave suhu rendah, sedangdantinggi berturut-turut 104,8488; 25,2963; 90,0155 dan 163,4381 ppm. Hasil uji statistik menunjukkan nilai 0,000 <0,05 yang perbedaannilai IC50 antar kelompok

Referensi

Departemen Kesehatan RI. 2014. Farmakope Indonesia. Edisi V. Jakarta:Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Fitrillia, Tiana. Utami, Dwi Aryani Nur. Shapariah, Resti. 2019. Karakteristik Fisikokimia Serbuk Kolang kaling (Arenga pinnata Merr) Berdasarkan Variasi Perendaman. Jurnal Agroindustry Halal Vol 5. No 1:104-112

Masaki, H.2010, Role of Antioxidants in The Skin: Anti-aging Effects. Journal of Dermatological Science. Volume 58: 85-90

Purwati, 2019. Pemanfaatan Pemanfaatan Buah Kolang Kaling Dari Hasil Perkebunan Sebagai Pangan Fungsional. Jurnal abdimas Mahakam. Vol 2. No. 1:24-33

Purwanto, Didit. Bahri, Syaiful. Ridhany, Ahmad. 2017. Uji Aktivitas antioksidan Ektrak Buah Purnajiwa (Kopsia arborea Blume.) dengan Berbagai Pelarut. Kovalen. Vol 3.No 1: 24-32.

Ratnasari, Devi. Kasasiah, Ahsanal. 2018. Formulasi dan uji aktifitas antioksidan masker peel-off ekstrak etanol daun sukun (Arthocapus altilis F) dengan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-picryhydrazyl). Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol 15.No 2:94-105.

Tarigan, J.B.R dan Kaban, J. 2009. Analisis Thermal dan Komponen Kimia Kolang Kaling. Jurnal Biologi Sumatra. Vol 4. No. 1

Unduhan

Diterbitkan

2024-02-01

Cara Mengutip

1.
PERBEDAAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KOLANG KALING SEGAR DAN KOLANG KALING SERBUK. JIFI [Internet]. 2024 Feb. 1 [cited 2026 May 24];6(3):175-83. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/1704