SENYAWA BIOAKTIF DARI DAUN MIANA SEBAGAI KANDIDAT PENGHAMBAT BETA-LAKTAMASE: STUDI KOMPUTASI

Penulis

  • Lina Oktaviana Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
  • Mohammad Zaeni Moulana Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
  • Agus Rusdin Program Studi Doktor Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
  • Mila Ayu Lestari Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
  • Nayla Maymuna Fathin Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
  • Dhania Novitasari Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v7i3.2165

Kata Kunci:

beta-laktamase, Coleus scutellarioides, penambatan molekuler, resistensi antibiotik

Abstrak

Resistensi antibiotik terjadi melalui beberapa mekanisme, salah satunya adalah peningkatan beta-laktamase yang mampu menginaktivasi antibiotik laktam beta. Pendekatan dalam pencarian sumber antibiotik baru dapat dilakukan dengan pemanfaatan sumber bahan alam, salah satu yang berpeluang untuk dikembangkan adalah daun miana (Coleus scutellarioides). Namun, belum ada studi evaluasi terkait potensi antibakteri dari kandungan bioaktif daun miana terhadap target laktam beta. Penelitian ini menganalisis potensi senyawa bioaktif dari daun miana sebagai beta-laktamase inhibitor melalui pendekatan komputasi. Metode yang digunakan meliputi analisis prediksi profil fisikokimiawi dan farmakokinetika, dilanjutkan dengan skrining farmakofor dan penambatan molekuler. Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian senyawa bioaktif C. scutellarioides memenuhi kaidah Lipinski dan menunjukkan profil ADMET yang baik. Analisis farmakofor menghasilkan model terbaik dengan skor area under curve (AUC) sebesar 0,87. Studi penambatan molekuler menunjukkan senyawa 1-(4-phenylcyclohexyl)-1-hexanone memiliki afinitas pengikatan tertinggi terhadap beta-laktamase dengan energi ikatan -7,2 kkal/mol. Interaksi molekuler ini melibatkan ikatan hidrogen dengan residu asam amino GLU272 dan interaksi van der Waals dengan ALA292 dan TYR150. Oleh karena itu, senyawa bioaktif dari daun miana menunjukkan potensi sebagai inhibitor beta-laktamase dan membuka peluang untuk pengembangan terapi antibakteri baru berbasis sumber bahan alam.

Referensi

1) Murray, C. J., Ikuta, K. S., Sharara, F., Swetschinski, L., Aguilar, G. R., Gray, A., ... & Naghavi, M. (2022). Global burden of bacterial antimicrobial resistance in 2019: a systematic analysis. The Lancet, 399(10325), 629-655.

2) Fakhruri, R., Fadlan, A., & Nusantoro, P. (2021). Studi in silico senyawa aktif ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE). Jurnal Farmasi Indonesia, 18(1), 78-88

3) Kalontong, N. N. P., Fatmawati, S., & Ersam, T. (2022). Prediksi in silico aktivitas antioksidan dan antidiabetes senyawa metabolit sekunder dari daun Syzygium polyanthum. Jurnal Kimia Riset, 7(1), 8-15.

4) Zango, U. U., Ibrahim, A. R., Shawai, S. A. A., & Shamsuddin, I. M. (2021). β-Lactamase inhibitors: A review of advances in non-β-lactam inhibitors. Future Journal of Pharmaceutical Sciences, 7(1), 1-14.

5) Aziz, P., Muhammad, N., Intisar, A., Abid, M. A., Din, M. I., Yaseen, M., … Ejaz, R. (2020). Constituents and antibacterial activity of leaf essential oil of Plectranthus scutellarioides. Plant Biosystems - An International Journal Dealing with All Aspects of Plant Biology, 155(6), 1247–1252.

6) Bismelah, N. A., Ahmad, R., Mohamed Kassim, Z. H., Ismail, N. H., & Rasol, N. E. (2022). The antibacterial effect of Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br. leaves extract against bacteria associated with peri-implantitis. Journal of traditional and complementary medicine, 12(6), 556–566.

7) Apriali, M., Sabarudin, A., & Arif, A. R. (2022). Studi In Silico Senyawa Metabolit Sekunder Daun Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Inhibitor α-Glucosidase. Jurnal Kimia Riset, 7(1), 48-58.

8) Amanda, S. S. (2021). “Analisis Molecular Docking Potensi Senyawa pada Daun Miyana (Coleus blumei) sebagai Antibiotik terhadap Bakteri MRSA (Metichillin Resistent Staphylococcus aureus).” Tesis Sarjana (S1), Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

9) Basu, A., Sarkar, A., & Maulik, U. (2020). Computational approaches for drug design and discovery: An overview. Drug Design: Principles and Applications, 1-38.

10) Da Silva, R. A., Degrève, L., & Caliri, A. (2021). Molecular dynamics and free energy calculations in drug discovery. Current Medicinal Chemistry, 28(5), 1004-1026.

11) Nusantoro, Y.R. dan Fadlan, A. 2020. Analisis Sifat Mirip Obat, Prediksi ADMET, dan Penambatan Molekular Isatinil-2-Aminobenzoilhidrazon dan Kompleks Logam Transisi Co(II), Ni(II), Cu(II), Zn(II) Terhadap BCL2-XL. Akta Kimia Indonesia, 5(2) : 114-126.

12) Eric W. Bell., & Yang Z. (2019). DockRMSD: an open-source tool for atom mapping and RMSD calculation of symmetric molecules through graph isomorphism. Journal of Cheminformatics, 11, 40.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Cara Mengutip

1.
SENYAWA BIOAKTIF DARI DAUN MIANA SEBAGAI KANDIDAT PENGHAMBAT BETA-LAKTAMASE: STUDI KOMPUTASI. JIFI [Internet]. 2024 Dec. 31 [cited 2026 Nov. 7];7(3):291-302. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/2165