EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2022

Penulis

  • Nazhipah Isnani Universitas Lambung Mangkurat
  • Muliyani Politeknik Unggulan Kalimantan
  • Muhammad Zaini Politeknik Unggulan Kalimantan
  • Muhammad Muhatadin Jamil Politeknik Unggulan Kalimantan
  • Nabila Hadiah Akbar Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v7i3.2181

Kata Kunci:

Efektivitas Antibiotik, Pnemonia Anak, Rawat Inap

Abstrak

Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Pneumonia yang terjadi di Indonesia cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data secara retrospektif dengan teknik sampling yaitu total sampling. Retrospektif dilakukan berdasarkan data yang sudah lalu, merujuk pada data sekunder berupa rekam medis pasien selama dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin sampel berjumlah sebanyak 98 data rekam medis pasien pneumonia anak di instalasi rawat inap RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari-Desember tahun 2022. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pasien penderita pneumonia mengalami demam paling banyak selama 1-3 hari  berjumlah 87 orang (89%). Penggunaan antibiotik paling banyak diberikan pada antibiotik tunggal golongan sefalosporin yaitu sebanyak 33 orang (32%). Berdasarkan efektivitas antibiotik berdasarkan lamanya demam penggunaan Ampisilin+gentamisin sebanyak 32 pasien (31%) lebih banyak menurunkan demam dalam jangka waktu 1-3 hari.

Referensi

1. WHO, 2016, Pneumonia, Terdapat di:http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs331/en/ [diakses pada 10 November 2016].

2. PDPI. 2014. Pneuomonia Komuniti : Pedomana Diagnosis Dan Penatalaksanaan Di Indonesia. Penerbit : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Jakarta.

3. Indriyani, D., & Hartianty, E. P. (2023). Profil Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Anak Balita Penderita Bronkopneumonia Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Daerah Indramayu. Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika, 1(1), 13-32.

4. Hafni, I., & Darmawan, E. (2023). Evaluasi Terapi Antibiotik Pada Pasien Bronkopneumonia. Jurnal Education and Development, 11(1), 523–527.

5. Ardyati, S., Kurniawan, N. U., & Darmawan, E. (2017). Pengaruh pemberian steroid sebagai terapi tambahan terhadap rata-rata lama pasien dirawat di rumah sakit dan tanda klinis pada anak dengan pneumonia. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 6(3), 181-189.

6. Ulfa, C. F., Supadmi, W., Perwitasari, D. A., & Yuniarti, E. (2021). Correlation Between Appropriateness Prescribing Antibiotics and Clinical Improvement on Hospitalized Patients with Community Acquired59 Pneumonia Based on The Gyssens Method. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 19(1), 30–38.

7. Nurul Ainah, A. (2015). Hubungan Pemberian Informasi Obat Dengan Kepatuhan Minum Obat Antibiotik Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Remaja Samarinda. http://www. akfar-isfibjm. ac. id.

8. Bestari, M. P., & Karuniawati, H. (2017). Evaluasi Rasionalitas dan Efektifitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Pediatrik di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Pusat Jawa Tengah Evaluation of Rationality andEffectiveness of Antibiotic Use in Hospitalized Pediatric Pneumonia Patients in. Jurnal Farmasi Indonesia, 4(2), 62–70.

9. Prihandiwati, E., Faridah, F., & Khairunnisa, A. (2018). Ketepatan Dosis peresepan antibiotik kotrimoksazol pada pasien anak dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 1(1), 64-71.

10 Iqbal, M., Alfian, R., & Fakhrani, E. (2015). Evaluasi Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kecamatan Banjarmasin Utara. Banjarmasin. https://www. semanticscholar. org/paper/Evaluasi-Pelayanan-Kefarmasian-Di-Puskesmas-Iqbal/b4afabb5698d5f72ad9ebe1184827209a64a5b97.

11. Tnesi, M. T., Permata, A., Aprilianti, R. G., & Choirunniswah, J. (2023). Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit X Kota Malang. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 3(3).

12. Wulandari NT, Listyanti E, Dyahariesti N, et al. Analisis Keefektifan Biaya Pengobatan Pada Pasien Pneumonia Balita Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga Tahun 2018. Indonesian Journal of of Pharmacy and Natural Product 2019; 2: 95–101.

13. Sukmawati, D., Jaya, M. K. A., & Swastini, D. A. 2020. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Tifoid Rawat Inap di Salah Satu Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Bali dengan Metode Gyssens dan ATC/DDD Sukmawati. Jurnal Farmasi Udayana, 9(1), 37-44.

14 Indriyani, D., & Hartianty, E. P. (2023). Profil Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Anak Balita Penderita Bronkopneumonia Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Daerah Indramayu. Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika, 1(1), 13-32.

15. Jagad, G. S. (2023). Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Balita Di Instalasi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soejarwo Pontianak. Journal Pharmacy Of Tanjungpura, 1(1).

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Cara Mengutip

1.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2022. JIFI [Internet]. 2024 Dec. 31 [cited 2026 Nov. 7];7(3):337-44. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/2181