HUBUNGAN TINGKAT PERILAKU PENGOBATAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SUNGAI MESA BANJARMASIN

Penulis

  • Novia Ariani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Aisya Novrida Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Riza Alfian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Maria Ulfah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia, Puskesmas Sungai Mesa, Banjarmasin, Indonesia
  • Amaliyah Wahyuni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Erna Prihandiwati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v8i1.2303

Kata Kunci:

Perilaku Pengobatan, Kadar Glukosa Darah Puasa, KAP-DM

Abstrak

Diabetes melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang, jika tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan pada pembuluh darah makrovaskular serta mikrovaskular. DM adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Pengelolaan penyakit dan pengobatan diabetes melitus tipe 2 bertujuan mengontrol kadar glukosa darah untuk mencegah komplikasi berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tingkat perilaku pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2, gambaran kadar glukosa darah puasa pasien diabetes melitus tipe 2, dan hubungan antara tingkat perilaku pengobatan dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sungai Mesa Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 41 sampel pasien diabetes mellitus tipe 2 yang diambil melalui teknik consecutive sampling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku pengobatan pasien didominasi oleh tingkat perilaku kontemplasi (48,8%). Kadar gula darah puasa pasien didominasi oleh kadar gula darah puasa tidak terkontrol (95,1%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat perilaku pengobatan dan kadar glukosa darah puasa, dengan nilai p dari uji korelasi Spearman adalah > 0,05 (0,527). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat perilaku pengobatan bukan merupakan faktor utama pengontrolan kadar glukosa darah puasa.

Referensi

1. Setiawati OE, Yuliastuti E, Kemenkes Banjarmasin P. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Flipchart Tentang Diabetes Melitus Terhadap Sikap Remaja di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. 2023;4(6):1093.

2. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. PB PERKENI; 2019.

3. Kementrian Kesehatan RI, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia 2023. 2023.

4. Irwan. Etika dan Perilaku Kesehatan. A N, Taufiq E, editors. Yogyakarta: CV. ABSOLUTE MEDIA; 2017.

5. Hidayah M. Hubungan Perilaku Self-Management Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sewu, Surabaya The Relationship between Self-Management Behaviour and Blood Glucose Level in Diabetes Mellitus Type 2 Patients in Pucang Sewu Health Center, Surabaya. 2019;176–82.

6. Ariani N, Alfian R, Prihandiwati E. Tingkat Perilaku Pengobatan, Kepatuhan Minum Obat, dan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan di RSUD Brigjend. H. Hasan Basry Kandangan. Jurnal Ilmiah Manuntung. 2022 May 31;8(1):156–62.

7. Chentli F, Azzoug S, Mahgoun S. Diabetes mellitus in elderly. Indian J Endocrinol Metab. 2015 Nov 1;19(6):744–52.

8. Komariah, Rahayu S. Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 diKlinik Pratama Rawat Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada. 2020 Jan;

9. Dewi EU. Gambaran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terkendalinya Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Pakis Surabaya. Jurnal Keperawatan [Internet]. 2015 Nov 13;4(2). Available from: http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/143

10. Pahlevi MR, Rahem A, Metasartika V, Alfian R. Pengaruh Brief Counseling Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina. 2018 Oct 3;3(2):224–33.

11. Pahlawati A, Nugroho S. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Usia dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda Tahun 2019. Borneo Student Research. 2019 Dec 19;

12. Salome Naba O, Adu AA, Hinga IAT. Gambaran Karateristik Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Media Kesehatan Masyarakat [Internet]. 2021;3(2):186–94. Available from: https://doi.org/10.35508/mkmhttps://ejurnal.undana.ac.id/MKM

13. Masum CC, Nasrullah N, Ahmad AK. Hubungan Aktivitas Pekerjaan Rumah Tangga dan Kadar Gula Darah Pada Ibu Rumah Tangga Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar. 2018 Jun 30;9(1):117.

14. Putra PH, Permana D. Penggunaan Dan Pemilihan Obat Antidiabetes pada Pasien Diabetes Rawat Jalan di Puskesmas Karang Rejo Tarakan. Yarsi Journal of Pharmacology. 2021;2(1).

15. Rosalinda J, Nugraheni AY. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Health Information : Jurnal Penelitian. 2023;15(2).

16. Alfian R, Herlyanie, Purwatini L. Profil Kualitas Hidup dan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina. 2017;3(1):77–87.

17. Yumassik AM, Alfian R, Kumalasari E, Riski A, Soraya S, Ayu WD, et al. Korelasi Antara Kadar Gula Darah Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Jurnal Insan Farmasi Indonesia [Internet]. 2022 Dec 31;5(2):167–74. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/989

18. Alfian R. Korelasi Antara Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes elitus Rawat Jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Pharmascience. 2015 Oct;2(2):23.

19. Alfian R. Layanan Pesan Singkat Pengingat Untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat dan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Media Farmasi. 2015 Apr;12:129–38.

20. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PB. PERKENI; 2021.

21. Brown SA, García AA, Brown A, Becker BJ, Conn VS, Ramírez G, et al. Biobehavioral determinants of glycemic control in type 2 diabetes: A systematic review and meta-analysis. Vol. 99, Patient Education and Counseling. Elsevier Ireland Ltd; 2016. p. 1558–67.

Unduhan

Diterbitkan

2025-05-31

Cara Mengutip

1.
HUBUNGAN TINGKAT PERILAKU PENGOBATAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SUNGAI MESA BANJARMASIN. JIFI [Internet]. 2025 May 31 [cited 2026 Sep. 21];8(1):12-21. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/2303