HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD KAB. BEKASI

Penulis

  • Masita Sari Dewi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Nazwa Alaidarahman Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Nisa Oktaviona Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v7i3.2310

Kata Kunci:

Tuberkulosis Paru, Pengetahuan, Kepatuhan, Rumah Sakit

Abstrak

Menurut informasi yang terdapat dalam Laporan TB Global 2023, Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi didunia setelah India. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan adalah salah satu indikator penting untuk menilai keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru. Faktor tesebut menjadi salah satu penentu dalam terjadinya kenaikan atau penurunan angka morbiditas tetrhadap penyakit tuberkulosis paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru di RSUD Kab. Bekasi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik observasional secara cross-sectional dilakukan di RSUD Kab. Bekasi dengan sampel sebanyak 146 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan yang sudah tervalidasi dengan nilai r Tabel 0,361 dan kepatuhan pasien pada pengobatan menggunakan kuisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan dengan aplikasi statistik SPSS menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikasi α<0,05. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai p value (p=0,000) yang menunjukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi.

Referensi

1) Kemenkes RI, 2020, Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran “Tata Laksana Tuberkulosis.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. 2020.

2) WHO, 2023, Global Tuberculosis Report. Vol. t/malaria/, January. 2023.

3) Yunita S, Srisantyorini T, Herdiansyah D., 2022, Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis Berdasarkan Lingkungan Fisik. Environ Occup Heal Saf J •. 2022;3(1):1–10.

4) Dinkes, 2022, Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi 2022.

5) Jabar RH. Temuan Kasus Tuberkulosis Jabar Sekalu 100 Persen dalam Dua Tahun Terakhir. Jabarprov. 2024.

6) Kemenkes RI., 2022, Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan Republik indonesia. 2022. 1–147

7) Damanik CM, H.Gultom S, S.P.Sagala D, Ritonga YS., 2024, The Relationship Of Knowledge And Compliance With Medication In Pulmonary Tuberculosis Patients At The Somambawa Health Center, Somambawa District, Nias Selatan District. J Kesehatan, Rekam Medis dan Farm. 2024;2(02):79–86.

8) Ghozali MT, Murani CT., 2023, Relationship between knowledge and medication adherence among patients with tuberculosis: a cross-sectional survey. Bali Med J. 2023;12(1):158–63.

9) Pasaribu GF, Handini MC, Manurung J, Manurung K, Sembiring R, Siagian MT., 2023, Ketidakpatuhan minum obat pada pasien TB paru: Studi kualitatif. J Prima Med Sains. 2023;5(1):48–56.

10) Lucya V, Arief NT., 2022, Factor Affecting Treatment Compliance in TB Patients. J Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nurs Journal). 2022;8(4).

11) Dewi MS, Sagita N, Sari IP., 2023, Tingkat Kepatuhan Pengunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Cilamaya Karawang. J Buana Farma. 2023;3(3):41–8.

12) Ekawati CJK, Singga S, Mauguru E, Sanitasi P, Kupang K. Faktor risiko perokok dan alkoholik terhadap penderita penyakit TBC. J Ilm Ilmu Keperawatan.

13) Yulia A, 1 N, Rahayu R, Alamat., 2020, Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Wilayah Pesisir. 2020;4(Special 3):460–9.

14) Santos, 2021, Gambaran Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit TBC Paru Di Clinic Sao Joaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse. J Keperawatan GSH. 2021;10(1):42.

15) Palele B, Simak VF, Renteng S., 2022, Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Keterampilan Keluarga Tentang Perawatan Pada Penderita Tb Paru : Studi Deskriptif. J Keperawatan. 2022;10(1):110.

16) Wahyuni D, Kurniawati D, Hidayah N., 2022, Gambaran Tingkat Pengetahuan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pasien di Puskesmas Sungai Tabuk 1 Kabupaten Banjar. J Pharm Care Sci. 2022;3(1):132–9.

17) Anggreni D, Safitri CA, 2020, Hubungan Pengetahuan remaja Tentang COVID-19 dengan Kepatuhan dalam Menerapkan Protokol Kesehatan di Masa New Normal. Hosp Majapahit. 2020;12(2):134–42.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Cara Mengutip

1.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD KAB. BEKASI. JIFI [Internet]. 2024 Dec. 31 [cited 2026 Nov. 7];7(3):313-2. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/2310