ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DISPEPSIA DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v8i2.2645Kata Kunci:
Dispepsia, Interaksi Obat, Penyakit PenyertaAbstrak
Dispepsia merupakan gangguan sistem pencernaan yang cukup sering dialami dan mempengaruhi kualitas hidup, terutama pada pasien yang memiliki penyakit lain sebagai penyerta. Faktor-faktor seperti pola hidup, tingkat stres, serta konsumsi beberapa jenis obat dapat memicu timbulnya gejala. Salah satu hal penting yang diperhatikan adalah potensi interaksi antar obat, khususnya pasien usia lanjut yang menjalani terapi dengan banyak jenis obat (polifarmasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan obat serta mengetahui adanya interaksi obat yang terjadi pada pasien dispepsia dengan penyakit penyerta. Penelitian menggunakan pendekatan observasional non-eksperimental dengan metode deskriptif retrospektif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit X, Kabupaten Majalengka, yang terdiagnosis dispepsia dengan komorbiditas. Profil pasien Dispepsia dengan penyakit penyerta di Instalasi Rawat Inap RSUD Majalengka pada tahun 2024 yaitu jumlah usia terbanyak rentang umur 46-55 tahun 24 pasien (29%) dan jenis kelamin terbanyak pasien perempuan sebanyak 63 pasien (78%). Pola penggunaan obat tunggal Dispepsia digunakan yaitu Ranitidine sebanyak 14 kasus (87,50%), untuk kombinasi dua obat yaitu Ranitidine dan Sucralfate sebanyak 9 kasus (25,00%) dan kombinasi tiga obat yaitu Sucralfat + Ranitidine + Domperidone sebanyak 12 kasus (37, 50%). Kejadian interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan secara minor 32 kasus (96,97%), dan moderate 1 kasus (3,03%).
Referensi
1. Zakiyah W, Eka Agustin A, Fauziah A, Sa’diyyah N, Ibnu Mukti G. Definisi, Penyebab, Klasifikasi, dan Terapi Sindrom Dispepsia. Jurnal Health Sains. 2021;2(7):978–85.
2. Purnamasari L. Faktor Risiko, Klasifikasi, dan Terapi Sindrom Dispepsia. Cermin Dunia Kedokteran. 2017;44(12):870–3.
3. Rasdianah N, Gani ASW. Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Penyerta Di Rumah Sakit Otanaha Kota Gorontalo. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education. 2021;1(1):40–6.
4. Ariska . et al 2023. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Dispepsia di Puskesmas Penawar Jaya. Jurnal Farmasi Malahayati. 2023;6(1):111–24.
5. Rahardiantini I, Sartika L. Pola Makan dan Karakteristik Mahasiswa Terhadap Gangguan Dispepsia Diet and Students Characteristics Againts Dyspepsia Disorders. Jurnal Keperawatan Stikes Hang Tuah Tanjungpinang. 2023;13(1):2023. Available from: https://doi.org/10.59870/jurkep.v12i1.121
6. Saragih DE, Arsita EV. The phytochemical content of Zanthoxylum acanthopodium and its potential as a medicinal plant in the regions of Toba Samosir and North Tapanuli, North Sumatra. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 2019;5(1):71–6.
7. Habibie BY. Terapi pada Dispepsia. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2021;3(3):503–10.
8. Nurhaidah FS, Anugrah SD, Putri AF, Tukloy WDR, Khairunnisa S, Primadani LH, et al. Pengetahuan Mahasiswa Universitas Airlangga Mengenai Dispepsia, Gastritis, Dan Gerd Beserta Antasida Sebagai Pengobatannya. Jurnal Farmasi Komunitas. 2021;8(2):57.
9. Rangka FM, Oktavia R, Novia J, Ningsih SW. Pola Peresepan Pasien Rawat Jalan Diagnosis Dispepsia di Rumah Sakit X Kabupaten Tangerang Prescription Pattern in Outpatient Dyspepsia in X Hospital Tangerang. 2021;30(2):75–81.
10. Begam RF, Ravikumar Y, Velmurugan R. Awareness about FDA announcement on voluntary recall of ranitidine among physicians and pharmacists in and around Chennai, India: a cross-sectional study. Future Journal of Pharmaceutical Sciences. 2021;7(1).
11. Barawa ATP, Saftarina F, Rahmanisa S, Graharti R. Kejadian Sindrom Dispepsia pada Perawat di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Medula. 2019;8(2):27–32.
12. Rachmayanti AS, Suhera S, Haryani R, Sammulia SF, Meilandra R, Agnesfebrianti A. Gambaran Potensi Interakasi Obat pada Resep Polifarmasi Pasien Lansia di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam. Jurnal Surya Medika. 2024;10(1):199–204.
13. Permadi YW, Riadi I, Rahmatullah S, Farmasi F, Dahlan UA, Industri FT, et al. Analisis Polifarmasi Terhadap Interaksi Obat Di Rumah Sakit Umum Kota Pekalongan. 2025;5(1):69–82.
14. Agustin OA, Fitrianingsih F. Kajian Interaksi Obat Berdasarkan Kategori Signifikansi Klinis Terhadap Pola Peresepan Pasien Rawat Jalan Di Apotek X Jambi. Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease. 2021;1(1):1–10.
15. Mariam . et al 2022. Evaluasi Kejadian Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Tanah Sareal. Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal). 2022;7(2):157–64.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.