ANALISIS JEJARING FARMAKOLOGI DAUN TEMBELEKAN (Lantana camara L.) TERHADAP ANTI LUKA BAKAR
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v9i1.2868Kata Kunci:
Daun Tembelekan, Lantana camara, Luka Bakar, network pharmacologyAbstrak
Luka bakar merupakan cedera kulit yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, infeksi, dan gangguan regenerasi apabila tidak ditangani dengan baik. Daun tembelekan (Lantana camara L.) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi anti luka bakar Lantana camara menggunakan pendekatan jejaring farmakologi (network pharmacology). Analisis dilakukan secara komputasi melalui database KNApSACK, SwissADME, SwissTargetPrediction, GeneCards, STRING-DB, Cytoscape–CytoHubba, dan ShinyGO 0.77. Sebanyak 39 metabolit sekunder berhasil diidentifikasi dan seluruhnya memenuhi aturan Lipinski sehingga berpotensi memiliki bioavailabilitas oral yang baik. Analisis target protein menunjukkan adanya 305 protein irisan antara target metabolit dan protein terkait luka bakar. Hasil analisis jejaring mengidentifikasi AKT1 sebagai protein hub utama, diikuti TNF, IL6, STAT3, BCL2, HIF1A, dan EGFR. Jalur biologis utama yang terlibat meliputi PI3K/Akt dan HIF-1 signaling pathway yang berperan dalam proliferasi sel, angiogenesis, antiapoptosis, dan respons hipoksia. Selain itu, proses positive regulation of peptidyl-serine phosphorylation menjadi proses biologis dominan dalam regulasi inflamasi dan regenerasi jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lantana camara berpotensi sebagai agen anti luka bakar melalui mekanisme multitarget yang mendukung penyembuhan jaringan.
Referensi
1. Fitriyani NW, Murlistyarini S. Tinjauan literatur: mikrobiom pada kulit dalam perspektif dermatologi. Maj Kesehat FKUB. 2022;9(2).
2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional Riskesdas 2018 [Internet]. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019 [cited 2026 May 15]. Available from: Repository Badan Kebijakan Kemenkes
3. Purwanti TF, Ramadhan MD, Fikhra TAA, Rohmani ESN, Setiawati I, Mayliana L, et al. Pendidikan kesehatan combustio dalam meningkatkan pengetahuan remaja di SMK PU Negeri Bandung. J Medika Medika. 2026;5(1):364-71.
4. Rijai L. Potensi tumbuhan tembelekan (Lantana camara Linn) sebagai sumber bahan farmasi potensial. J Trop Pharm Chem. 2014;2(4). Available from: Jurnal Tropis Pharmasi Chemica
5. Putri IP, Irnawati, Fristiohady A, Sahidin, Arba M. Lantana camara Linnaeus: profil fitokimia dan potensi aktivitas farmakologi. Media Farm. 2026;22(1). doi:10.32382/mf.v22i1.2022.
6. Fikriyah NA, Setiawati T, Hasan R, Nurzaman M, Mutaqin AZ. Kandungan fitokimia daun tembelekan (Lantana camara L.) pada dua tempat dengan intensitas cahaya berbeda. J Riset Inov Pendidik Sains. 2025;4(1):11-5. Available from: JRIPS
7. Rini TDP, Sangande F, Agustini K, Bahtiar A. Identification and analysis of Ardisia humilis as potential antihyperlipidemic by network pharmacology followed by molecular docking. Res J Pharm Technol. 2024;17(5):2009-17. doi:10.52711/0974-360X.2024.00318.
8. Usman MRM. Lantana camara: secondary metabolite isolation by analytical techniques. J Drug Deliv Ther. 2019;9(4). doi:10.22270/jddt.v9i4.4419.
9. Hasibuan LS, Fariqi A, Prayitno L, Bangun MB. Integrasi data protein-protein interactions dan pathway untuk menentukan score pada pathway menggunakan analisis graf. KLIK Kaj Ilm Inform Komput. 2023;3(6):719-27. doi:10.30865/klik.v3i6.932.
10. Zahiri J, Emamjomeh A, Bagheri S, Ivazeh A, Mahdevar G, Sepasi Tehrani H, et al. Protein complex prediction: a survey. Genomics. 2020;112(1):174-83. doi:10.1016/j.ygeno.2019.01.011.
11. Arba M, Ihsan S, Fatihah N, Jamili. Molecular mechanism of Avicennia marina (Forssk.) Vierh. in inhibiting hepatitis C virus based on network pharmacology and molecular docking. Trop J Nat Prod Res. 2025;9(4):1449. doi:10.26538/tjnpr/v9i4.10.
12. Han EB, Chang BY, Jung YS, Kim SY. Lantana camara induces apoptosis by Bcl-2 family and caspases activation. Pathol Oncol Res. 2015;21(2):325-31. doi:10.1007/s12253-014-9824-4.
13. Parwanto MLE, Tjahyadi D, Edy HJ, Wratsangka R, Guyansyah A. Stability of Lantana camara Linn. leaf extract cream base on the level of Fe, Mg, Zn and quercetin equivalent of flavonoid. Int J Pharm Res. 2021;13(1):3069-86. doi:10.31838/ijpr/2021.13.01.441.
14. Liu J, Yan J, Qi S, Zhang J, Zhang X, Zhao Y. The PI3K/AKT/mTOR pathway in scar remodeling and keloid formation: mechanisms and therapeutic perspectives. Front Pharmacol. 2025;16:1678953. doi:10.3389/fphar.2025.1678953.
15. Liu Z, Fang Y. Wound healing and signaling pathways. Open Life Sci. 2025;20(1):20251166. doi:10.1515/biol-2025-1166.
16. Bodnar RJ. Epidermal growth factor and epidermal growth factor receptor: the yin and yang in the treatment of cutaneous wounds and cancer. Adv Wound Care. 2013;2(1):24-9. doi:10.1089/wound.2011.0326.
17. Takawaian AF, Antasionasti I, Tallei TE. Network pharmacology identifies AKT1, SRC, and STAT3 as therapeutic targets of tempeh-derived peptides in breast cancer. Malacca Pharm. 2025;3(2). Available from: Malacca Pharmaceutics
18. Cai X, Cao C, Li J, Chen F, Zhang S, Liu B, et al. Inflammatory factor TNF-α promotes the growth of breast cancer via the positive feedback loop of TNFR1/NF-κB (and/or p38)/p-STAT3/HBXIP/TNFR1. Oncotarget. 2017;8(35):58338-52. doi:10.18632/oncotarget.17445.
19. Wanandi SI, Dewi S, Paramita R. Ekspresi relatif mRNA HIF-1α pada jantung, otak dan darah tikus selama induksi hipoksia sistemik. Makara J Sci. 2009;13(2). doi:10.7454/mss.v13i2.449.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.