KARAKTERISTIK DAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR (SPF) KITOSAN DARI TULANG SOTONG (Sephia officinalis)
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v3i2.539Kata Kunci:
tulang sotong, kitosan, karakteristik, spfAbstrak
Sotong (Sephia officinalis) memiliki cangkang internal yang biasa disebut dengan tulang sotong yang menghasilkan kitin yang lebih banyak dari pada kulit udang dan kulit kepiting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kitosan dari tulang sotong meliputi derajat deasetiliasi, kadar air, kelarutan, uji organoleptis (warna, bau, tekstur) serta pengujian nilai sun protection factor kitosan secara invitro. Pembuatan kitosan dilakukan dengan 3 tahapan yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Deproteinasi dengan NaOH 4% dalam suhu 100°C selama 60 menit. Demineralisasi pada suhu ruang menggunakan larutan HCl 1M selama 120 menit. Deasetilasi menggunakan NaOH konsentrasi 50% pada suhu 100°C selama 60 menit. Karakterisasi kitosan meliputi derajat deasetiliasi, kadar air, kelarutan, uji organoleptis (warna, bau, tekstur). Pengujian nilai sun protection factor menggunakan spektrofotometer UV-VIS dibaca pada panjang gelombang 290-320 nm. Karakteristik kitosan yang dihasilkan sesuai standart kitosan yang digunakan dalam bidang industri dengan derajat deasetilasi 71%, rendemen 31%, kadar air 0.93%, larut dalam larutan asam asetat2%, berwarna putih tidak berbau serta berbentuk serbuk. Kitosan dengan konsentrasi 3% memberikan nilai sun protecting factor 9 berpotensi sebagai tabir surya yang memberikan daya proteksi maksimal.