STUDI MANFAAT INOVASI PELAYANAN OBAT DENGAN KOPI TB (KOTAK PENGINGAT MINUM OBAT TB) DI PUSKESMAS BANJARMASIN INDAH KOTA BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v4i2.794Kata Kunci:
TB, Kopi TB, angka kesembuhan, efisiensi obatAbstrak
TB (Tuberculosis) adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosa. Pengobatan pada pasien dengan pemberian obat rutin selama enam bulan untuk mendapatkan kesembuhan. Penyebab kegagalan pengobatan TB adalah pasien lupa minum obat yang mengakibatkan putus obat. Pelayanan obat dengan kopi TB adalah pemberian obat TB disertai kotak pengingat minum obat TB yang dibawa pulang ke rumah oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan manfaat inovasi pelayanan obat dengan Kopi TB. Penelitian ini berupa deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara prospektif menggunakan 13 data pengobatan pasien TB Tahun 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan angka kesembuhan pasien sebesar 93% meningkat sebelum inovasi hanya 86%. Pemakaian Kopi TB juga meningkatkan efisiensi obat TB, kebutuhan 13 box, pada pemakaian hanya memerlukan 12 box sehingga hemat 1 box obat TB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah inovasi pelayanan obat dengan Kopi TB meningkatkan angka kesembuhan pasien dan efisiensi jumlah pemakaian obat TB di Puskesmas.
Referensi
Kementrian Kesehatan RI, 2013, Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana, Kementrian kesehatan RI, Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI, 2014, Panduan Prakrik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, Edisi revisi Tahun 2014, Kementrian kesehatan RI, Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI, 2015, Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI, 2017, Warta Kesmas, Edisi 01, Kementrian kesehatan RI, Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI, 2018, Infodatin Pusat Data dan informasi Kementrian Kesehatan RI, ISSN 2442-7669, Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI, 2018, Laporan Provinsi Kalimantan Selatan Riskesdas 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.
Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, 2021, Peraturan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021, Jakarta.
Nugroho, 2011, Studi Kualitatif Faktor yang Melatarbelakangi Drop Out Pengobatan TB Paru, Jurnal Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Thaher I.S, 2018, Jangan Putus Makan Obat TB, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI,, Jakarta.