PENETAPAN PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK KULIT SEMANGKA
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v5i1.857Kata Kunci:
Kulit Semangka, Metanol, Parameter Spesifik, Parameter NonspesifikAbstrak
Buah semangka biasanya dikonsumsi hanya pada daging yang berwarna
mencolok (misal merah, merah muda, dan kuning) sedangkan bagian kulit kurang
dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
membuktikan bahwa pada ekstrak kulit semangka mempunyai kandungan kimia
seperti flavonoid dan lainnya, serta menentukan parameter spesifik dan non
spesifik. Ekstrak kulit semangka diperoleh dengan cara ekstraksi metode maserasi
menggunakan etanol 70% menghasilkan rendemen sebesar 10,32%. Ekstrak
berbentuk ekstrak kental dengan warna coklat tua dan berbau khas serta
mengandung alkaloid, steroid, dan flavonoid. Kadar sari larut etanol ekstrak kulit
semangka adalah 40%, sedangkan untuk kadar sari airnya 60%. Susut
pengeringan ekstrak sebesar 8,070%. Kadar abu sebesar 19,5%. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa parameter spesifik (pemeriksaan
identitas, organoleptis, pengujian kandungan kimia, kadar sari larut etanol dan
kadar sari larut air) dan parameter non spesifik (penetapan susut pengeringan dan
kadar abu) ekstrak kulit semangka memenuhi standar yang telah ditetapkan.