OBSERVASI PENGKAJIAN KELENGKAPAN RESEP OBAT BATUK SECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK PADA PUSKESMAS CILAMAYA DI KABUPATEN KARAWANG
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v5i1.905Kata Kunci:
Pengkajian Resep, Kelengkapan Administratif dan FarmasetikAbstrak
Dalam sebuah resep yang tidak lengkap terdapat potensi untuk menjadi salah satu penyebab terjadinya medication error. Kejadian ini dapat dihindari dengan melakukan skrining resep oleh Apoteker yang meliputi kajian aspek administratif dan farmasetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan administratif dan farmasetik resep periode Januari – Mei 2021 pada Puskesmas Cilamaya di Kabupaten Karawang. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling), dan diperoleh sebanyak 428 lembar resep yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan bahwa kelengkapan resep secara administratif yang terdiri atas: nama pasien 100%, umur pasien 96%, jenis kelamin 0%, berat badan 96%, nama dokter 8%, paraf dokter 43%, tanggal resep 99%, dan ruangan asal resep 76%. Sedangkan secara farmasetik terdiri atas: bentuk dan kekuatan sediaan 100%, dosis obat 96%, jumlah obat 99%, stabilitas dan ketersediaan 100%, aturan penggunaan 96% dan komptabilitas 100%. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan Permenkes No. 74 Tahun 2016, resep yang ada di Puskesmas Cilamaya periode Januari – Mei 2021 belum lengkap secara administratif dan farmasetik.
Referensi
Megawati F, Santoso P. Pengkajian resep secara administratif berdasarkan peraturan menteri kesehatan ri no 35 tahun 2014 pada resep dokter spesialis kandungan di apotek sthira dhipa. Jurnal Ilmiah Medicamento. 2017;3(1):12-16.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. 2016.
Putri PRJ. Observasi pengkajian resep secara administratif pada apotek x di kabupaten badung. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences. 2020;10(1):38-45.
Siti. Kajian administratif, farmasetik dan klinis resep pasien rawat jalan di rumkital dr. Mintohardjo pada bulan januari 2015 [skripsi]. Jakarta: Universitas Islam Negeri Sayarif Hidayatullah Jakarta; 2015.
Rauf A, Hurria, Jannah AIM. Kajian skrining resep aspek administratif dan farmasetik di apotek cs farma periode juni-desember 2018. Ad-Dawaa’ Journal of Pharmaceutical Sciences. 2020;3(1):33-39. Doi: 10.24252/djps.v3i1.14007.
Dewi R, Sutrisno D, Aristantia O. Evaluasi kelengkapan administrasi, farmasetik dan klinis resep di puskesmas sarolangun tahun 2019. Pharma Xplore. 2021;6(2):1-12.
Ather A, Neelkantreddy P, Anand G, Manjunath G, Vishwanath J, Riyaz M. A study on determination of prescription writing errors in out patient department of medicine in a teaching hospital. Indian Journal of Pharmacy Practice. 2013, 6(2): 21-24.
Linnisa UH, Wati SE. Rasionalitas peresepan obat batuk ekspektoran dan antitusif di apotek jati medika periode oktober-desember 2012. Indonsian Journal on Medical Science. 2014;1(1):30-39.
Ismaya NA, Tho IL, Fathoni MI. Gambaran kelengkapan resep secara administratif dan farmasetik di apotek k24 pos pengumben. Edu Masda Journal. 2019;2(3):148-157.
Sheikh D, Mateti UV, Kabekkodu S, Sanal T. Assessment of medication errors
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.