FORMULASI SEDIAAN SIRUP SARI BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.)
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v5i1.914Kata Kunci:
Buah Senggani (Melastoma malabathricum L.), Formulasi Syrup, EvaluasiAbstrak
Buah senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan salah satu tanaman liar yang biasanya daunnya dimanfaatkan masyarakat sebagai obat luka dan sariawan. Buah senggani memiliki kandungan antosianin dan antioksidan yang tinggi, yang sangat baik untuk pencegahan kanker dalam tubuh. Tujuan penelitian ini membuat sirup sari buah senggani (Melastoma malabathricum L.). Formulasi sediaan sirup sari buah senggani dibuat dengan metode pemanasan pada suhu 54°C dengan variasi konsentrasi F0, F1 (5%), F2 (6%) dan F3 (8%). Kemudian dilakukan pengujian sifat fisik yaitu uji organoleptis, uji viskositas, uji pH, uji homogenitas, dan uji hedonik serta uji deskriptif. Dari pengujian sifat fisik formulasi sirup buah senggani diperoleh hasil bahwa uji organoleptis dari F2 dan F3 terjadi perubahan konsistensi; untuk hasil uji pH keempat formula berkisar antara 3,98 - 7,07; uji homogenits pada F2 dan F3 tidak homogen terjadi adanya butiran hitam pada minggu ke-3; uji viskositas sediaan sirup F2 dan F3 diperoleh hasil rata-rata 30 - 51,33 cPs; uji hedonik dan deskriptif dengan kriteria agak suka – suka yang paling disukai adalah F3.
Referensi
Ristiana, D, 2017, Aktivitas Antioksidan Dan Kadar Fenol Berbagai Ekstrak Daun Kopi (Coffea Sp.): Potensi Aplikasi Bahan Alami Untuk Fortifikasi Pangan, Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 6(2), 89–92.
Kartikasari, D., dan Hairunisa, H, 2018, Antioksidan Ekstrak Buah Senggani (Melastoma malabathricum L.), Metode DPPH (2, 2-Diphenyl-1-picrylhidrazyl) Serta Aplikasinya Pada Krim. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 3 (September 2018), 205–214.
Gloria, Y., dan dkk., 2019, Uji efektifitas antibakteri daun senggani (Melastoma candidum) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Biosains, 5(1), 31–37.
Standar Nasional Indonesia, 2013, Karateristik Produk Sirup Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizuz) dengan variasi rasio daging dan kulit buah, Skripsi, Universitas Jember, Jawa Barat.
Maran J. P, Sivakumar V, Thirugnanasambandham K, and Sridhar, R, 2014, Extraction, Multi-Response Analysis, and Optimization of Biologically Active Phenolic Compounds from the Pulp of Indian Jamun Fruit, Food Science Biotechnol. 23(1): 9–14
Elya B, dan Dewi R, B, 2013, Antioxidant Cream Of Solanum lycopersicum L., Journal Pharma Technology Research, Vol.5 (1), 233-238.
Kurniati, S, 2011, Ekstrak fraksi Antosianin Ubi Jalar Ungu. (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) Menggunakan Ultrasonik Batch, Universitas Brawijaya, Malang.
Mumpuni, A.S. dan Sasongko, H, 2017, Mutu Sabun Transparan Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica L.) Setelah Penambahan Sukrosa, Jurnal Pharmaciana. Vol. 7 (1) : 71-78.
Simaremare E,S dan Gunawan E. 2016. Formulasi Sirup Anti Malaria Ekstrak Kulit Batang Kayu Susu. Jurnal. Pharmacy. Vol.13 No.01.
Lachman, L., dan Lieberman, H. A., 1994, Teori dan Praktek Farmasi Industri, Edisi Kedua, UI Press, Jakarta.
Sunarlim R, Setiyanto H, dan Poeloengan, M. 2007. Pengaruh Kombinasi Starter Bakteri Lactobacillusbulgaricus. Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus plantarum terhadap sifat mutu susu fermentasi, Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 270-278.
Murrukmihadi, M., Wahyono, S., Marchaban., Martono, S, 2011, Optimasi Formulasi Sirup Fraksi Tidak Larut Etil Asetat Yang Mengandung Alkaloid.
Fitri E, dan Harun N, D, 2017, Konsentrasi Gula dan Sari Buah Terhadap Kualitas Sirup Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Jom faferta ur, Vol. 4 No.1, 1-13.
Saragih C, Herawati N, dan Efendi R, 2017, Pembuatan Sirup Ubi Jalar Ungu (Ipomea batats L.) deangan penambahan sari Lemon (Citrus limon L.), Jurnal Jom Faferta ur. Vol. 4 No. 1. 1-15.
Farikha, N. I, dan Anan C, W, 2013, Pengaruh Jenid Konsentrasi Bahan Penstabil Alami Terhadap Karakteristik Fisikokimia Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Selama Penyimpanan, Jurnal Teknosains Pangan, Vol.4 No. 1, 30-38.
Winarno, F. G, 2004, Kimia Pangan dan Gizi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Tranggono, S., Haryadi, Suparmo, A. Murdiati, S. Sudarmadji, K. Rahayu, S. Naruki, dan M. Astuti. 1991, Bahan Tambahan Makanan (Food Additive). PAU Pangan dan Gizi UGM, Yogyakarta.