UJI PENANGKAPAN RADIKAL DPPH DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID DARI DAUN KALANGKALA (Litsea garciae S. Vidal) EKSTRAK METANOL
DOI:
https://doi.org/10.36387/j4mds879Kata Kunci:
L. garciae, KLT, Flavonoid, AntioksidanAbstrak
Radikal bebas yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif yang berperan dalam timbulnya berbagai penyakit degeneratif. Pencarian sumber antioksidan alami menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif radikal bebas terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid dan menguji aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH dari ekstrak metanol daun Litsea garciae (kalangkala). Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut metanol, kemudian dilakukan analisis KLT untuk identifikasi senyawa flavonoid dan penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri dengan kuersetin sebagai standar. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dengan pengukuran nilai IC₅₀ sebagai indikator efektivitas penangkapan radikal bebas. Hasil KLT menunjukkan adanya kesamaan nilai Rf antara ekstrak dan kuersetin, menandakan keberadaan flavonoid dalam daun kalangkala. Kadar flavonoid total tercatat sebesar 8,3364 ± 0,0023 mg ekuivalen kuersetin/g ekstrak, sedangkan uji DPPH menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 141,144 μg/mL dengan nilai RSD 2.333%, lebih besar dibandingkan kuersetin (6,101 μg/mL dengan nilai RSD 1.450%). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun Litsea garciae memiliki aktivitas antioksidan sedang dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Dengan demikian, daun kalangkala dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pencegahan stres oksidatif.
Referensi
Prasonto D, Riyanti E, Gartika M. Uji aktivitas antioksidan ekstrak bawang putih (Allium sativum). ODONTO Dent J. 2017;4(2).
2. Zalukhu ML, Phyma AR, Pinzon RT. Proses Menua, Stres Oksidatif, dan Peran Anti Oksidan. Cermin dunia Kedokt. 2016;43(10):399177.
3. Sari DJE. Pencegahan Penyakit Degeneratif Melalui Pemeriksaan Kesehatan Dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan. Indones J Community Dedication Heal. 2023;3(02):45–8.
4. Van Harling VN. Aktivitas Penangkap Radikal Bebas Ekstrak Metanol Kulit Buah dan Biji Buah Delima (Punica granatum. L). SOSCIED. 2019;2(2):89–97.
5. Putri YA, Muharini R, Lestari I, Masriani M, Rudiyansyah R, Ola ARB. Profil Kandungan Kimia, Fenolik Total, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Tumbuhan Litsea firma (Blume) Hook F. ALCHEMY J Penelit Kim. 2024;20(1):38–48.
6. Mahardani OT, Yuanita L. Efek metode pengolahan dan penyimpanan terhadap kadar senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan. Unesa J Chem. 2021;10(1):64–78.
7. Yulianingtyas A, Kusmartono B. Optimasi volume pelarut dan waktu maserasi pengambilan flavonoid daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). J Tek Kim. 2016;10(2):61–7.
8. Lidiawati D. analisis perbedaan kandungan senyawa flavonoid dalam daun sirih (Piper betle L.) pada daerah kabupaten Barru dan Kabupaten Sidrap menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). J Farm Al-Ghafiqi. 2025;1(2):13–8.
9. Krisdiyanto NR, Saad M. Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Visibe. J Farm Medica/Pharmacy Med J. 2023;6(1):34–42.
10. Cahyono B, Prihatini CS, Suzery M, Bima DN. Penentuan aktivitas antioksidan senyawa kuersetin dan ekstrak lengkuas menggunakan HPLC dan UV-Vis. Alchemy J Chem. 2020;8(2):24–32.
11. Arifin B, Ibrahim S. Struktur, Bioaktivitas Dan Antioksidan Flavonoid. J Zarah. 2018;6(1):21–9.
12. Saputri R, Susiani EF. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah dan Biji Buah Kalangkala (Litsea angulata) asal Kalimantan Selatan. Borneo J Pharm. 2018;1(2):81–4.
13. Alfauzi RA, Hartati L, Suhendra D, Rahayu TP, Hidayah N. Ekstraksi senyawa bioaktif kulit jengkol (Archidendron jiringa) dengan konsentrasi pelarut metanol berbeda sebagai pakan tambahan ternak ruminansia. J Ilmu Nutr dan Teknol Pakan. 2022;20(3):95–103.
14. Destiana LGV, Panggabean AS, Kartika R. Pengembangan metode Rapid Test preparation dalam Penentuan Kadar Inherent Moisture dan Total sulfu dengan metode yang dipergunakan oleh ISO (Intertantional Organization For Standardzation). J At. 2017 Dec;2(1):175–82.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.