EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP Dr. SITANALA TAHUN 2019-2021

Penulis

  • Sefi Megawati Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin
  • Nuraini Nuraini Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin
  • Febby Carolina Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin

DOI:

https://doi.org/10.36387/jifi.v6i3.1641

Kata Kunci:

Antibiotik, Demam tifoid, Gyssens

Abstrak

Demam tifoid merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan terapinya membutuhkan antibiotik. Bakteri resisten antibiotik dapat tumbuh akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan dan persentase penggunaan obat antibiotik yang rasional menurut metode Gyssens. Studi non-eksperimental ini menggunakan pengumpulan data retrospektif dari rekam medis anak-anak yang dirawat karena demam tifoid di Dr. Sitanala pada tahun 2019–2021 dan menggunakan teknik Gyssens untuk analisis. Menurut temuan penelitian, 28 pasien (46,67%) diklasifikasikan sebagai tidak rasional, sedangkan 32 pasien (53,33%) dianggap rasional (kategori 0). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien demam tifoid yaitu ceftriaxone (82,54%), cefotaxime (14,29%), dan cefixime (3,17%) dengan rute pemberian intravena (96,83%) dan peroral (3,17%). Penggunaan antibiotik tidak rasional meliputi gyssens kategori V (antibiotik tidak diperlukan) (1,67%), kategori IVC (ada antibiotik lebih murah) (11,86%), kategori IIIB (durasi pemberian terlalu singkat) (30,51%), kategori IIA (tidak tepat dosis) (20,34%), dan kategori I (tidak tepat waktu pemberian) (18,64%).

Referensi

Kemenkes, “Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 64/MENKES/SK/V/2006 Tentang Pedoman Pengendalian Demam Tifoid,†2006 Diakses: 7 Juli 2023.

N. H. Rampengan, “Antibiotik Terapi Demam Tifoid Tanpa Komplikasi pada Anak,†2013, Diakses: 7 Juli 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/325/266.

Juwono R. dan Prayitno A., “Terapi Antibiotik,†Dalam: Farmasi Klinik, Ed Aslam: Elex Media Komputindo , hal: 321-323. Jakarta. 2003.

D. Astuti dan Y. Nurhayati, “Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Metode Gyssens Di Rsud Karawang,†2018, Diakses: 7 Juli 2023. [Daring]. Tersedia pada: http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/Farmasi/article/view/620.

A. Saputra Yasir, Y. Merliyanti, J. Farmasi, U. Malahayati, B. Lampung, dan I. Korespondensi Penulis, “Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid anak dengan metode Gyssens,†2021.

H. A. Ajum, “Evaluasi Kerasionalan Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Anak Dengan Demam Tifoid Berdasarkan Kriteria Gyssens Di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Periode Januari-Desember 2013,†2015, Diakses: 7 Juli 2023.

Permenkes, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik,†2021.

World Health Organization. “Guideline for the Management of Typhoid Feverâ€. WHO, 2011.

Permenkes, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014,†2014. Diakses: 7 Juli 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/117562/permenkes-no-25-tahun-2014.

F. L. Mustofa, R. Rafie, dan G. Salsabilla, “Characteristics of Typhoid Fever Patients in Children and Adolescents at,†2020

S. Retno Karminingtyas, A. Taufikarani, dan G. Seralurin, “Evaluasi Dosis Antibiotik Pada Pasien Demam Tyfoid Anak di Instalasi Rwat Inap RSI Sultan Agung Semarang dan RSUD Tugurejo,†2018.

S. Sidabutar dan Hindra Irawan Satari, “Pilihan Terapi Empiris Demam Tifoid pada Anak: Kloramfenikol atau Seftriakson?,†2010, Diakses: 7 Juli 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/611.

S. Patattan, “Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Demam Tifoid Rawat Inap Rumah Sakit Stella Maris Makassar Pada Tahun 2016,†2017.

Gyssens, I.C., Audit for Monitoring the Quality of Antimicrobial Prescription, Dalam: Gould, I.M., Van der Meer, penyunting, Antibiotic Policies: Theory and Practice. Kluwer Academic Publishers, New York: 192-208, 2005.

Kemenkes, “Buku Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik,†2013.

L. Suhartaty, L. Pratiwi, dan N. U. Purwanti, “Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pediatrik Rawat Inap Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak,†2019.

E. Kartika Untari, A. Renata Agilina, dan R. Susanti, “Evaluation on Rationality of Hypertension Treatment in Puskesmas Siantan Hilir Pontianak on 2015 Article History,†Original Article Pharmaceutical Sciences and Research, vol. 5, no. 1, hlm. 32–39, 2018.

Kemenkes, “Modul Penggunaan Obat Rasional (Kemenkes, 2011),†2011.

P. Taher, P. Oktanauli, dan S. Riskia Anggraini, “rasionalitas penggunaan antibiotika pada pasien poli gigi salah satu rumah sakit pendidikan di jakarta,†2020.

DIH. “Drug Information Handbook. American Pharmacists Association,†23rd Edition, 2014.

Unduhan

Diterbitkan

2024-02-01

Cara Mengutip

1.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP Dr. SITANALA TAHUN 2019-2021. JIFI [Internet]. 2024 Feb. 1 [cited 2026 May 24];6(3):127-38. Available from: https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIFI/article/view/1641