INKORPORASI MIKROEMULSI EKSTRAK ETANOL AKAR KELAKAI (Stenochlaena Palustris (Burn. F) Bedd.) PADA FORMULASI TONER WAJAH DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIN
DOI:
https://doi.org/10.36387/jifi.v6i3.1706Kata Kunci:
kelakai root, antioxidant, face, microemulsion, tonerAbstrak
Wajah merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang perlu di jaga kesehatan dan kebersihannya. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan wajah adalah dengan penggunaan toner wajah. Ekstrak etanol akar kelakai memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Inkorporasi mikroemulsi ekstrak etanol akar kelakai pada formulasi toner akan meningkatkan kemampuan membersihkan dan penyerapan zat aktif yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum toner wajah yang diinkorporasi menggunakan mikroemulsi ekstrak etanol akar kelakai. Akar kelakai di maserasi dengan pelarut etanol 70%, mikroemulsi esktrak etanol akar kelakai terdiri dari Tween 80 35% b/v dan 400 15% b/v. Inkorporasi mikroemulsi 2% b/v ke dalam formula toner dengan variasi konsentrasi gliserin 2%, 3%, 4% dan 5% b/v. Evaluasi pengujian melalui uji stabilitas dengan pengamatan organoleptis, homogenitas, pH, uji viskositas, kejernihan dan berat jenis. Pengamatan organoleptik, homogenitas dan kejernihan sebelum dan sesudah uji stabilitas memberikan bentuk cair, tidak berbau dan warna bening serta homogen. Pada uji pH diperoleh nilai pH sediaan stabil pada rentang pH 4,5-6,5. Viskositas sediaan toner berada pada rentang 1-24,5 cPs. Bobot jenis menunjukkan kestabilan dengan rentang 1,003-1,015 gr/mL. Formula optimum yaitu F2 dengan konsentrasi gliserin 3% memberikan stabilitas sediaan toner yang baik berdasarkan uji mutu fisik.
Referensi
Adawiyah, R., Muhammad I.R. (2018). Aktivitas antioksidan ekstrak etanol akar Kalakai (Stenochlaena palustris Bedd) asal Kalimantan Tengah. Jurnal Pharmascience, 5(1), 71-77.
Fitriani, E. W., Imelda, E., Kornelis, C., Avanti, C. (2016). Karakterisasi dan stabilitas fisik mikroemulsi tipe a/m dengan berbagai fase minyak. Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 3(1), 31-44.
Sukmawati, A., Laeha, M. N. A., Suprapto, S. (2019). Efek gliserin sebagai humectan terhadap sifat fisik dan stabilitas vitamin C dalam sabun padat. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 14(2), 40-47.
Forestryana, D., Putri, A. N., Liani, N. A. (2020). Pengembangan formula masker gel peel off ekstrak etanol 70% akar kelakai (Stenochlaena Palustris (Burn. F) Bedd.) Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian, 7(1), 1-5
Paramawidhita, R. Y., Citrariana, S., & Sumasfida, D. (2022). Efektifitas sun protection factor secara in vitro sediaan krim ekstrak etanol akar kelakai (Stenochlaena palustris Bedd) asal Kalimantan Tengah. Jurnal Surya Medika (JSM), 8(3), 268-275.
Forestryana, D., Fahmi, M. S., & Putri, A. N. (2020). Pengaruh jenis dan konsentrasi gelling agent pada karakteristik formula gel antiseptik ekstrak etanol 70% kulit buah pisang ambon. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 1(2), 45-51.
Apristasari, O., Yuliyani, S. H., Rahmanto, D., Srifiana, Y. (2018). FAMIKU (Face Mist-Ku) yang memanfaatkan ekstrak kubis ungu dan bengkuang sebagai antioksidan dan pelembab wajah. Fakultas Farmasi Dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka, 5(2), 35-40
Usman, Y., Baharuddin, M. (2023). Uji stabilitas dan aktivitas sabun mandi cair ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana mill.). Jurnal MIPA, 12(2), 43-49.
Putra, K. D. A., Pradnyaswari, G. D., Setyawan, E. I. (2022). Potensi nanostructured lipid carrier (NLC) dengan zat aktif ekstrak herba pegagan (Centella asiatica (l.) Urb.) sebagai sediaan topical gel anti-photoaging. In Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (Vol. 1, pp. 295-312).
Butarbutar, M. E. T., Chaerunisaa, A. Y. (2021). Peran pelembab dalam mengatasi kondisi kulit kering. Majalah armasetika, 6(1), 56-69.
Afriyeni, F., & Mulyani, D. (2022). Pemanfaatan water aromatik/hydrosol daun torbangun (Plectranthus ambonicus l) dalam formulasi face toner. Sitawa: Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional, 1(2), 50-58.
Chuy, S., Bell, L. N. (2006). Buffer pH and pKa values as affected by added glycerol and sucrose. Food research international, 39(3), 342-348.
Hasan H, Tomagola MI, Mayasari S. (2018). Pemanfaatan ekstrak etanol kulit rambutan ( Nephelium lappaceum. L) sebagai krim antioksidan. Jurnal Farmasi FIK UINAM, 6(1):10-14.
Mardhiani, Y.D., Yulianti, H., Azhary, D. P., Rusdiana, T. (2018). Formulasi dan stabilitas sediaan serum dari ekstrak kopi hijau (Coffea canephora var. Robusta) sebagai antioksidan. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal, 2(2):19-33.
Suhery, W., N., Fernando, A., Has, N. (2016). Uji aktivitas antioksidan dari ekstrak bekatul bekatul padi ketan merah dan hitam (Oryza sativa L. var. glutinosa) dan formulasinya dalam sediaan krim. Journal of Pharmacy, 13(1), 101-115.
Sadsyam, S., Auliah, N., Uko, W. O. W. A., Basir, N., Utari, A. U. (2023). Antioxidant evaluation of facial toner formulations containing ethyl acetate fraction from Garcinia mangostana L. Fruit using ABTS 2, 2'-azinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulphonic acid method. Journal of Health Sciences and Medical Development, 2(02), 94-105.
Sari, D. Y., Ariansyah, S., Shinta, S., Beniardi, W. (2021). Face tonic formulation from ethanol extract of maranta arundinacea l. With variety of cosolvent and surfactant: propylene glycoland polysorbate 80. 27th International Conference ADRI, 34–39.
Mardawati, E. (2019). Produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit kasar off grade dengan variasi pengaruh asam sulfat pada proses esterifikasi terhadap mutu biodiesel yang dihasilkan. Jurnal Industri Pertanian, 1(3), 46-60
Takamura, K., Fischer, H., & Morrow, N. R. (2012). Physical properties of aqueous glycerol solutions. Journal of Petroleum Science and Engineering, 98, 50-60.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Insan Farmasi Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.