EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA BERAT RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL PERIODE JANUARI-DESEMBER 2015
DOI:
https://doi.org/10.36387/jiis.v1i2.49Keywords:
preeklampsia berat, antihipertensi, RS PKU Muhammadiyah BantulAbstract
Preeklampsia merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh ibu hamil dengan kehamilan lebih dari 20 minggu disertai proteinuria dan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dalam bidang obstetrik. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran antihipertensi yang digunakan pada pasien preeklampsia berat dan untuk mengetahui ketepatan antihipertensi preeklampsia berat rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Bantul Periode Januari–Desember 2015 ditinjau dari aspek tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis dengan standar acuan JNC VII.
Jenis penelitian ini adalah penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian non eksperimental. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Subjek penelitian yang digunakan adalah pasien preeklampsia berat rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Bantul Periode Januari–Desember 2015 dan menggunakan terapi antihipertensi serta memenuhi kriteria.
Pada penelitian ini pasien preeklampsia berat pada ibu hamil di RS PKU Muhammadiyah Bantul mendapatkan terapi antihipertensi nifedipin sebanyak 17 pasien (100%). Hasil analisis penggunaan obat antihipertensi dari 17 pasien preeklampsia berat di Instalasi Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Bantul periode Januari–Desember 2015 dianalisis dengan standar acuan JNC VII, didapatkan 100% tepat indikasi, 100% tepat obat, 100% tepat pasien,dan 100% tepat dosis.
Kesimpulan evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia berat rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Bantul periode Januari-Desember 2015 yang paling banyak diberikan yaitu nifedipin, dengan tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 100%.
References
Amri, Muhammad Ulil, 2015. Studi Penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeclampsia berat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Daerah
Dr.Moewardi Surakarta tahun 2014. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta
Dawod, F., Dowswell, T., Quenby, S., Intervenous Fluids for Reducing the Duration of Labour in Low Risk Nulliparous Women, The Cochcrane Collaboration
Depkes RI,2009, Profil Kesehatan Indinesia 2008, Jakarta, Departemen Kesehatan RI : Jakarta
Dipiro Joseph T., Robert L. Talbert, Gary R. Matzke, Barbara G. Wells, and L. Michael Posey, 2008, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, Seventh Edition, The Mc Graw-hill Companies, United States of America.
Dinkes DIY, 2012. Profil Kesehatan Derah Istimewa Yogyakarta. Yogayakarta
Dinkes DIY, 2013. Profil Kesehatan Derah Istimewa Yogyakarta. Yogayakarta
JNC VII, 2003. The seventh report of the joint National Committee on prevention, detection, evaluation, and treatment of high blood pressure. Hypertension, 42:1206-52
Magee, L. A., Pels, A., Helewa, M., Rey, E., Dadelszen, P. V., 2014,
Diagnosis, Evaluation,and Management of The Hypertensive Disorders of Pregnancy, Pregnancy Hypertension: An Journal of Women’s Cardiovascular Health, Canada.
Queensland Health, 2013. Hypertensive Disosrders of Pregnancy, Queensland, Queensland Government
Rozikhan, 2007. Faktor-faktor Risiko Terjadinya Preeklampsia Berat di Rumah Sakit. H. Soewondo Kendal, Cermin Dunia Kedokteran edisi 158, hal 18.
Schellack, G. dan Schellack, N., 2011, Pharmacotherapy During Pregnancy, Childbirth, and Lactation : Principles to Consider, South African Pharmaceutical Journal
Utama, Sri Yun, 2008. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklamspia Berat Pada Ibu Hamil di RSD Raden Mattaher Jambi Tahun 2007, Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi.
Wiknjosastro, Hanifa, 2005. Ilmu Kebidanan, YBPSP, Jakarta
Yessy, 2012. Evaluasi Pola Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia Berat Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
