UJI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA BAYAM (Amaranthus spp) SECARA DESTRUKSI BASAH MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM (SSA)
DOI:
https://doi.org/10.36387/jiis.v3i1.124Keywords:
Timbal (Pb), Spektroskopi Serapan Atom, Amaranthus sppAbstract
Cemaran logam berat di lingkungan meningkat sebagai akibat dari aktifitas industri dan perkembangan teknologi. Potensi bahaya dari logam berat timbal (Pb) pada lingkungan dan kesehatan manusia telah menjadi perhatian besar bagi peneliti. Bayam (Amaranthus spp) didistribusikan secara luas dan telah menjadi varietas sayuran yang banyak di konsumsi di Indonesia, tanaman ini tumbuh dengan cepat dan luas yang dapat menjadi salah satu sumber dari timbal (Pb) hyperaccumulator. Uji kandungan logam berat Timbal (Pb) pada bayam (Amaranthus spp) telah dilakukan menggunakan metode destruksi basah. Sampel bayam segar diambil dari Pasar Tradisional Sunter, Jakarta Utara. Penentuan kadar logam berat Timbal (Pb) pada bayam merah dan bayam hijau diukur menggunakan Spektroskopi Serapan Atom. Hasil analisa menunjukkan bahwa daun bayam merah mengandung logam Pb sebesar 4.15 ppm dan daun bayam hijau sebesar 9.75 ppm. Jika dibandingkan dengan data Standard Nasional Indonesia (SNI) yaitu sebesar 0.5 ppm menunjukkan bahwa kadar logam berat Timbal (Pb) pada bayam merah ataupun bayam hijau melebihi ambang batas yang telah ditetapkan SNI.
References
Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), 1999. Toxicological Profile for Lead. Agency for Toxic Substances and Disease Registry, US Department of Health and Human Services, Public Health Service, 205-93-0606
BPOM no. 03723/B/SK/VII/1989. Batas Maksimum Cemaran Logam Berat Pada Produk Pasaran. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI
Cotte M,Checroun E, Susini J, Dumas P, Tchoreloff P , Besnard M, Walter P.2006. Kinetics of oil saponification by lead salts in ancient preparations of pharmaceutical lead plasters and painting lead mediums. Talanta, 70(5) 1136–1142
Departemen Kesehatan. 2001. Kerangka Acuan Kadar Timbal (Pb) Pada Spesimen Darah Kelompok Masyarakat Beresiko Tinggi Pencemaran Timbal. Ditjen PPM dan PLP Departemen Kesehatan RI Jakarta
Li Xue-de, Hua Ri-mao, Yue Yong-de Evaluation on contamination of Cr ,Pb ,Cd and Cu in vegetables of Hefei Region. Journal of Agro-Environment Science. 2004. 31(2),p143-147
Lu, M., Toghill, K. E,Compton, R.G. 2011. Simultaneous detection of trace cadmium(II) and lead(II) using an unmodified edge plane pyrolytic graphite electrode. Electroanalysis, 23(5), 1089–1094
Mardja D. 2000. Pengaruh Jarak Dan Waktu Pemaparan Timbal (Pb) Pada Asap Kendaraan Bermotor Terhadap Bayam (Amaranthus sp). Project Report. LP Universitas Andalas
Mukai H, Tanaka A, Fujii TH, Zeng Y,Hong Y,Tang J Regional characteristics of sulfur and lead isotope ratios in the atmosphere at several Chinese urban sites. Environ Sci Technol 2001;35:1064–71
Novita, Yulian, Tarzan P.2012. Penyerapan Logam Timbal (Pb) Dan Kadar Klorofil Elodea Canadensis Pada Limbah Cair Pabrik Pulp dan Kertas. Lentera Bio 1 (1) : 1-8
Qin F, Chen W. 2010. Lead and copper levels in tea samples marketed in Beijing. China Bull. Environ. Contam. Toxicol. 78, 128-131
Shahryar A. Atousa B, Freshteh A.2011. A highly sensitive method for simultaneous determination of ultra trace levels of copper and cadmium in food and water samples with luminol as a chelating agent by adsorptive stripping voltammetry. Food Chemistry, 129, 1274–1280
SNI 7387. 2009. Batas Maksimum Cemaran Logam Dalam Pangan. Standard Nasional Indonesia (SNI)
So Mi L, Hye Jin J, Ih Seop C.2008. Simultaneous determination of heavy metals in cosmetic products. Journal of Cosmetic Science, 59 (5) 441–448
