EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) SEBAGAI ZAT AKTIF PADA FORMULASI SEDIAAN GEL

Authors

  • Densi Selpia Sopianti Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu
  • Putri Serindang Bulan Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36387/jiis.v3i1.130

Keywords:

Bawang Putih (Allium sativumL), Gel, uji sifat fisik gel

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L) memiliki julukan sebagai antibiotik alami. Aplikasi bawang putih pada wajah juga mempunyai beberapa manfaat yang bisa menyembuhkan jerawat (acne vulgaris). Tujuan penelitian ini membuat sediaan sediaan gel sebagai zat aktif yang digunakan yaitu ekstrak bawang putih (Allium sativum L). Metode dalam penelitian experimental laboratorium, dimana bawang putih sebagai bahan aktif diekstrak dengan menggunakan metode maserasi. Dibuat 3 variasi formula sediaan yaitu  3%, 5%, dan 7% dan zat tambahan lain dalam sediaan gel menggunakan bahan Na.CMC, nipagin dan nipasol, gliserol dan olium guajava. Masing-masing formula gel dilakukan evaluasi sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji iritasi. Hasil evaluasi sifat fisik gel dari ketiga formula dengan variasi ekstrak bawang putih pada konsentrasi yang berbeda dihasilkan formula I dengan konsentrasi ekstrak bawang putih 3% menghasilkan uji yang lebih baik dibandingkan Formila II dan formula III.

References

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Hal 96, 265, 271, 378, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Anonim, 1987, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Hal 3, 4, 7, 8, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Hal 413, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Anonim, 2004, Ilmu Resep Teori, Jilid II, Hal 60, 64, Departemen Kesehatan Republik Indonesia Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber daya Manusia kesehatan, Jakarta.

Anonim, 2009, Handbook Of Phaermaceutical Excipient, sixth edition, Hal 80, 283, 326, 441, Pharmaceutical Press and American Pharmacists Associations, London and Washington DC.

Ansel, C, H., 1989, Pengantar Bentuk sediaan Farmasi, Edisi IV, Hal 390, 513, 515, 519, 532, 535, 607, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Astiarini Emiliana, S., 2012, Formulasi Gel Ekstrak Kulit Buah mangga (Mangifera indica L), KTI, Yayasan Al-Fatah Akademi Farmasi, Bengkulu.

Benedict Liu, MD.,2006, Terapi Bawang Putih, diterjemahkan oleh Hari Oetomo, L, Hal 197, Prestasi Pustaka, Jakarta.

Gunawan Didik., Mulyani Sri., 2004, Ilmu Obat Alam (Farmakognosi), Jilid 1, Hal 9-14, Penebar Swadaya, Jakarta.

Joshita, D., Mun’in, A., Dessy, N.P., 2009, Formulasi Gel Topikal Dari Ekstrak Nerri Folium Dalam Sediaan Anti Jerawat., Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 4 No. 4, Universitas Indonesia, Depok.

Lachman, L., 1989, Teori dan Praktek Farmasi Industri, Edisi III, Hal 316, UI Press, Jakarta.

Voight, 1994., Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Hal 214, Terjemahan Soedani Noerono, Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Published

2018-03-31

Issue

Section

Article

How to Cite

EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) SEBAGAI ZAT AKTIF PADA FORMULASI SEDIAAN GEL. (2018). JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 3(1), 106-114. https://doi.org/10.36387/jiis.v3i1.130

Similar Articles

11-20 of 277

You may also start an advanced similarity search for this article.