ANALISIS KUANTITATIF BAKTERI Coliform PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG YANG BERADA DI WILAYAH KAYUTANGI KOTA BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.36387/jiis.v3i1.140Keywords:
Coliform, MPN, SNI, Air Minum Isi UlangAbstract
Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan oleh semua makhluk hidup. Penyediaan air minum yang aman harus diupayakan karena kemungkinan adanya pencemaran mikroorganisme pada air minum, seperti pencemaran bakteri Coliform. Bahaya bakteri Coliform dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diare, tifus dan disentri basiler. Menurut persyaratan Standar Nasional Indonesia 01-3553-2006 tentang persyaratan mutu air minum dalam kemasan bahwa kadar maksimum bakteri Coliform pada air minum isi ulang yang diperbolehkan dalam per 100 ml sampel adalah <2/100 ml.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Coliform pada air minum isi ulang dan berapa kadar MPN/100 ml serta untuk mengetahui apakah air minum isi ulang yang dijual didepot yang berada diwilayah Kayutangi Kota Banjarmasin sudah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang menggambarkan fenomena yang terjadi didalam suatu populasi tertentu. Teknik pengambilan datanya menggunakan sampling jenuh dan pada penelitian ini menggunakan metode Most Probable Number MPN/100 ml.
Hasil penelitian ini yaitu sebanyak 5 (31,25%) sampel positif mengandung bakteri Coliform dan 11 (65,78%) sampel negatif mengandung bakteri Coliform. Jumlah MPN/100 ml bakteri Coliform yang tertinggi adalah 190 MPN/100 ml dan jumlah MPN/100 ml bakteri Coliform yang terendah adalah 4 MPN/100 ml. Pada perhitungan jumlah koloni dengan tabel MPN/100 ml dari 5 sampel yang positif seluruhnya melebihi batas Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar maksimum yang diperbolehkan <2/100 ml.
References
Bitton, G., 1994, Waste Water Microbiology, Willey-Liss, A John Willey and Sons, Inc., New York cit. Naufal, O., 2012, ‘Metode Penelitian Mikroba Air’.
DepKes, 2010. Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Misnadiarly dan Husjain D, 2014, Mikrobiologi untuk klinik dan laboratorium, Rineka Cipta, Jakarta.
Noor, Muhammad, 2015, Analisis Kuantitatif Bakteri Coliform Pada Depo Air Minum Isi Ulang Di Kelurahan Sungai Jingahkota Banjarmasin, Karya Tulis Ilmiah, Akdemi Farmasi Isfi Banjarmasin
Yunita, M., 2012, Uji Mikrobiologi Bakteri Coliform Pada Air yang tidak memenuhi Kriteria Air Sumur Sehat di Desa Panti Bakti RT.01 dan 02 Muara Gembong Bekasi dengan Metode Most Probable Number, Skripsi, Universitas Nasional Veteran, Jakarta.
Randa, M.S., 2012, Analisis Bakteri Coliform ( Fekal dan Non Fekal ) Pada Air Sumur di Komplek. Skripsi, Universitas Negeri Papua, Manokwari.
Santi, G.I, 2009, Hygiene dan sanitasi dan analisa cemaran mikroba yang terdapat pada saus tomat dan saus cabe isi ulang yang digunakan dikantin lingkungan Unversitas Sumatera Utara, Skripsi, Sumatera Utara.
Siswanto, H., 2003, Mencegah Depot Air Minum Isi Ulang Tercemar, Tesis S2 FK UGM Prodi Kesehatan Kerja Minat Kesehatan Lingkungan, Yogyakarta.
Soemarno, 2008, Isolasi dan Identifikasi Bacteri Klinik, Akademi Analisis Yogyakarta Departemen Kesehatan Republik Kesehatan Republik Indonesia, Yogyakarta.
Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Kuantitatif, CV., Alfabeta, Bandung.
Suriawiria, U, 2008, Mikrobiologi Air dan Dasar-dasar Pengolahan Buangan Secara Biologis, Penerbit Alumni, Bandung.
