UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KULIT MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)
DOI:
https://doi.org/10.36387/jiis.v1i2.43Keywords:
daun kersen, luka bakar, mencit putih jantanAbstract
Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kegunaan dari kulit batang, buah hingga daun. Daun kersen mengandung flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai pengobatan obat luka bakar. Daun kersen digunakan sebagai pengobatan karena berfungsi sebagai analgetik dan antiinflamasi.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah potensi ekstrak etanol daun kersen terhadap penyembuhan luka bakar pada kulit bagian punggung mencit putih jantan. Jumlah mencit yang digunakan adalah 20 ekor dibagi dalam 5 kelompok yaitu kontrol positif (salep bermerek), kontrol negatif (vaselin flavum), kelompok ekstrak etanol daun kersen dalam vaselin flavum dosis 2,6 mg, 5,2 mg dan 10,4 mg. Punggung mencit diinduksi menggunakan solder panas dimodifikasi dengan lempeng stainless berukuran 1 x 1 cm2 selama 2 detik dan diukur diameter penyembuhan luka bakar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol positif menghasilkan persentase sebesar 100%, kontrol negatif (65%), ekstrak etanol daun kersen dosis 2,6 mg (84,3%), dosis 5,2 mg (85,3%) dan dosis 10,4 mg (93,3%). Hasil analisis data menggunakan analisis statistik. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (0,768>0,05) dan hasil uji (Test Homogeneity of Variances) menunjukkan bahwa data tidak homogen (0,016<0,05). Hasil uji Kruskal Wallis Test menunjukkan bahwa 5 (lima) kelompok perlakuan berbeda bermakna dan memiliki efek penyembuhan luka bakar (0,012<0,05), hasil uji Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa kontrol positif dan dosis 10,4mg terdapat perbedaan bermakna (0,043<0,05).
References
Allam, A. M., W. Mostafa, E. Zayed, J. El-Gamaly. 2007. Management of The Acute Partial Thickness Burn Hand Moist Exposed Burn Ointment of Silver sulvadiazine Cream Both Combined With A Polyethylene bag Annals of Burn And FiveDisasters.Hal: 6.
Anief, M. 1997. Formulasi Obat Topikal Dengan Dasar Penyakit Kulit. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Hal: 3.
Ansel, C. H. 2008. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Hal: 244.
Danugroho, E. S dan Nova Rahma Widyaningrum. 2014. “Aktivitas Analgetik Infusa Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Pada Mencit Jantan Ras Swissâ€ÂÂ. Jawa Tengah: Poltekkes Bhakti Mulia. Hal: 1.
Dewi, E. T. 2013. Fraksi dan Identifikasi Senyawa Antioksidan Pada Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Secara Kolom Kromatografi. Skripsi. Surabaya: Universitas Katolik Widya Mandala. Hal: 1.
Farista M. U. 2015. Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Karya Tulis Ilmiah. Samarinda: Akademi Farmasi Samarinda. Hal: 35.
Ibad, M. R., Tina Handayani Nasution, Sri Andarini. 2009. Pengaruh Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Derajat Eritema Proses Inflamasi Marmut (Cavia porsellus) Dengan Luka Bakar Derajat II Dangkal. Volume 1. Journal. Malang: Universitas Brawijaya. Hal: 1.
Li., C., G. Lin, Z. Zuo. 2011. “Pharmacological Effects and Phamacikinetics Properties of Radix Scutellariae and Its Bioactive Flavones†John Willey and Sons. Ltd.Hal:428-429.
Robinson. T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tingkat Tinggi. Penerjemah: Padmawinata, K. Bandung: Penerbit ITB. Hal:191-193,281-284.
Wahyuningsih, S. Soemardji, A. A dan Febiyanti, D. 2006. Efek Gel Lidah Buaya (Aloe barbadensis mill) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Eksperimen Pada Tikus Wistar Betina. Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXIX.
Xian, YF, QQ. Mao, Ip SP, ZX. Lin, CT. Che. 2011. “Comparison On The Antiinflamatory Effect of Cortex Phellodendri Chinesis and Coretx Phellodendri Amurensis In 12-0-tertradecanoly-phorbol-13-acetatinduced Aer Edema In Mice. Elservier Irelan. Ltd. Hal: 1.
